Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pabrik PT Krakatau Posco. (Foto: Perseroan)

Pabrik PT Krakatau Posco. (Foto: Perseroan)

Krakatau Steel (KRAS) Butuh Dana Rp 57 T, Salah Satunya dari IPO Krakatau Posco

Senin, 11 April 2022 | 20:19 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membutuhkan dana sekitar US$ 4 miliar atau setara Rp 57 triliun untuk merealisasikan ekspansi produksi 10 juta ton baja pada 2025-2026. Kebutuhan dana tersebut akan berasal dari berbagai sumber, salah satunya penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya, PT Krakatau Posco.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, ekspansi 10 juta ton baja akan terwujud pada 2025-2026 dimana pada tahap awal KRAS akan menambah kepemilikan saham pada Krakatau Posco menjadi 50% dari 30%.

“Setelah tanda tangan, kami memiliki 50% saham Krakatau Posco. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akan dilaksanakan pada 10 Mei 2022 untuk menyetujui pengambilalihan saham Krakatau Posco,” jelas Silmy dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Tren Tumbuh, Krakatau Steel (KRAS) Raup Laba US$ 62,1 Juta

Dengan demikian, pengambilalihan saham tersebut sekaligus menjadi tonggak yang signifikan bagi perseroan. Sebab KRAS menguasai sebanyak 50% saham Krakatau Posco dan hal itu akan menjadi pendorong untuk merealisasikan ekspansi 10 juta ton baja ke depan.

Silmy optimistis ekspansi produksi 10 juta ton baja itu akan terwujud. Rencana ekspansi tersebut sudah berada di pipeline perseroan. Bahkan pabrik baja Hot Strip Mill 2 (HSM 2) yang belum lama ini diresmikan langsung menginvestasikan sebesar US$ 700 juta untuk cold rolling mill. “Kita sekarang sudah mempersiapkan studi kelayakan untuk proses investasi cold rolling mill melalui Krakatau Posco,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, produksi baja sudah mencapai 6 juta ton. Artinya, diperlukan 4 juta ton lagi untuk memenuhi ekspansi produksi 10 juta ton. Seiring dengan itu, maka kebutuhan terhadap anggaran pun mengalami kenaikan.

“Empat juta lagi itu kebutuhan (anggarannya) sekitar US$ 4 miliar yang bersumber pertama dari cashflow Krakatau Posco, kemudian dari perbankan, lalu dari strategic investor, kita mengutamakan strategic investor seperti go public dan sebagainya,” papar Silmy.

Untuk itu, sebagai anak usaha, Krakatau Posco akan melangsungkan IPO. Pasalnya, kata Silmy, KRAS selaku induk sudah tidak memiliki kapasitas melakukan pinjaman kepada bank. Saat ini, KRAS memiliki total utang sekitar US$ 1,9 miliar yang sekitar 60% berasal dari bank himbara dan sisanya berasal dari empat bank lain, yang terdiri atas bank asing dan bank swasta nasional.

Baca juga: Krakatau Steel (KRAS) Jual Saham Krakatau Chemical

Adapun utang yang ideal bagi perseroan, menurut Silmy, berada di kisaran US$ 1 miliar. Jika KRAS mampu melewati kinerja tahunan dengan baik, maka utang perseroan akan menuju ideal dan diharapkan pada 2023 sudah dalam posisi ekuilibrium terbaik.

“Kami optimistis kinerja perseroan ke depan bisa tumbuh karena ditopang oleh permintaan yang akan semakin meningkat dan ketika aturan main dan iklim berusaha semakin baik, maka KRAS pun akan semakin baik,” pungkas Silmy.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com