Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fasilitas milik PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). (Foto: Perseroan)

Salah satu fasilitas milik PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). (Foto: Perseroan)

Astra Agro (AALI) Siapkan Belanja Modal hingga Rp 1,3 Triliun

Kamis, 14 April 2022 | 00:15 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,2-1,3 triliun pada 2022. Sebagian besar dana capex akan digunakan untuk replanting dan pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan.

“Selebihnya akan dipakai untuk memperbaiki infrastruktur dan peremajaan mesin di pabrik,” kata Direktur Astra Agro Lestari Mario Casimirus Surung Gultom dalam paparan publik, Rabu (13/4/2022).

Advertisement

Baca juga: Potensi Kinerja Luar Biasa, Saham Astra Agro (AALI) Direvisi Naik ke Rp 20.000

Sementara itu, tahun lalu, capex Astra Agro mencapai Rp 1,2 triliun, naik 23% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 999 miliar. Menurut Mario, capex tersebut digunakan untuk plantation sebesar Rp 466 miliar, non-plantation Rp 450 miliar, serta mill farm dan port sebesar Rp 313 miliar.

Mengenai kinerja, Mario menyebutkan bahwa AALI berhasil mencetak laba bersih Rp 1,97 triliun pada 2021 atau melonjak 136,6% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 833,1 miliar. Pertumbuhan laba bersih pada 2021 seiring peningkatan laba operasional perseroan pada 2021 sebesar 86,2% menjadi Rp 3,43 triliun. “Pada akhirnya, laba bersih ikut mengalami peningkatan sebesar 136,6%,” ucap Mario.

Baca juga: Pertumbuhan Berkelanjutan Astra Agro (AALI)

AALI juga menunjukkan performa yang positif pada pendapatan. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 24,3 triliun, meningkat 29,3%  dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 18,81 triliun.

Menurut dia, peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO sebesar 32,2% menjadi Rp 11.294 per kilogram dibandingkan 2020 sebesar Rp 8.545 per kilogram. Selain itu, harga jual rata-rata kernel juga mengalami peningkatan sebesar 67,4% menjadi Rp 7.305 per kilogram pada 2021 dari sebelumnya Rp 4.365 per kilogram.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN