Menu
Sign in
@ Contact
Search
CEO Anteraja Suyanto Tjoeng (kiri) dan Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Projo Sunarjanto (kanan). (Foto: Perseroan)

CEO Anteraja Suyanto Tjoeng (kiri) dan Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Projo Sunarjanto (kanan). (Foto: Perseroan)

Genjot Kinerja, Anteraja Milik Adi Sarana (ASSA) Gunakan Robot

Kamis, 14 April 2022 | 21:14 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan rintisan logistik sekaligus anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), yakni PT Tri Adi Bersama (Anteraja), menargetkan volume 1,5 juta parcel per hari tahun ini. Sejalan dengan penggunaan sistem penyortiran otomatis pertama di Indonesia atau robotic sorting yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi penyortiran hingga 200% dengan tingkat akurasi lebih dari 99%.

CEO Anteraja Suyanto Tjoeng mengatakan, di tengah banyaknya sistem otomatisasi di industri logistik, perusahaan melihat sistem sortation menggunakan robot paling cocok dengan model bisnis Anteraja saat ini. Pasalnya, kecepatan kerja dari robot tersebut bisa membantu meningkatkan produktivitas tim sorter. “Dengan menggunakan sistem robotic ini, kami dapat mempercepat proses sorting hingga 2 kali lipat dari biasanya,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Boy Thohir Beli 10% Saham Anteraja

Suyanto melanjutkan, pengembangan inovasi teknologi yang dilakukan Anteraja tidak lepas dari perolehan kinerja positif yang berhasil dicatatkan, meski baru 3 tahun berdiri. Pada tahun 2021, volume pengiriman Anteraja tercatat lebih dari 1 juta parcel per hari, atau mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020. Selain itu, jaringan layanan yang dimiliki juga semakin luas, dimana saat ini Anteraja sudah memiliki lebih dari 1.000 service point di 34 provinsi di Indonesia.

Logistik sendiri menjadi salah satu industri yang bertumbuh selama pandemi sejak 2 tahun lalu. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), pengiriman barang mengalami pertumbuhan hingga 40% selama pandemi. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya pergeseran kebiasaan masyarakat dari berbelanja secara langsung menjadi online. “Sehingga transaksi melalui e-commerce terus meningkat yang juga berdampak pada peningkatan permintaan untuk jasa pengiriman termasuk bagi Anteraja,” ujar Suyanto.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Buka-bukaan soal Ekspansi Autopedia (ASLC), Apa Saja ya?

Sebagai informasi, saat ini Anteraja memiliki ratusan robot yang beroperasi di Hub Gateway Halim. Sistem robotik yang dimiliki Anteraja telah dilengkapi dengan sistem scanner yang dapat membaca kode area dari setiap paket. Setelah kode tersebut berhasil terbaca, robot-robot tersebut akan langsung memilah paket berdasarkan kota atau kabupaten sesuai dengan alamat tujuan yang tertera. Dengan demikian, proses penyortiran akan lebih cepat sehingga diharapkan dapat menghemat waktu pengiriman barang kepada pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus melakukan pengembangan teknologi dan menambah jumlah robot yang dimiliki untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Pada tahun 2022, kami menargetkan pertumbuhan volume bisnis Anteraja dapat mencapai lebih dari 1,5 juta parcel per hari,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com