Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Berkembang Pesat, BEI Sebut 81% IPO Baru Masuk Kategori Saham Syariah

Sabtu, 16 April 2022 | 07:11 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pasar modal syariah dinilai berkembang makin pesat beberapa tahun terakhir, baik dari sisi demand maupun supply.  

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, dari sisi supply tercermin dari peningkatan jumlah saham syariah yang tercatat di BEI. Saat ini terdapat sebanyak 480 saham yang masuk dalam kelompok saham syariah (Daftar Efek Syariah) dan yang tergabung dalam konstituen indeks ISSI.

Advertisement

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fawzi mengatakan, efek kategori syariah telah menunjukan dominasinya di BEI dengan kontribusi mencapai 61%,38% dari total keseluruhan saham yang tercatat di BEI saat ini.

“Sementara dari kapitalisasi pasar, saham syariah mencapai Rp 4.315,5 triliun atau 46% dari total keseluruhan kapitalisasi saham yang tercatat di BEI,” papar Hasan dalam sebuah diskusi daring dengan wartawan, Kamis (14/4/2022).

Dominasi saham syariah tersebut diperkirakan akan terus terjadi mengingat supply emiten baru yang masuk mayoritas merupakan emiten-emiten yang masuk dalam kategori syariah. Hasan menyebut, dari 16 saham Initial Public Offering (IPO) baru di sepanjang tahun ini, sebanyak 13 IPO merupakan saham syariah, mencerminkan 81% dari total pencatatan saham baru di BEI.

Kontribusi dengan angka 81% juga terlihat pada tahun 2021 lalu dimana dari 54 saham yang IPO, sebanyak 44 IPO baru itu merupakan saham syariah. “Saham syariah baru yang tercatat terus memberikan kontribusi yang semakin besar setiap tahunnya di BEI,” imbuhnya.

Lebih menarik lagi, sebab tidak hanya mendominasi, efek syariah menurut dia juga paling aktif diperdagangkan. Tampak dari Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham syariah yang berkontribusi sebesar 52,3% dari total RNTH, dikuti oleh jumlah frekuensi transaksi sebesar 64,4% dan volume transaksi yang berkontribusi 53,8% dari total transaksi efek di BEI.

 Adapun dari sisi demand, dikatakan perkembangannya tidak kalah positif, tercermin dari jumlah investor syariah yang mengalami peningkatkan hingga 367% atau naik hampir 4 kali lipat selama lima tahun terakhir menjadi sebanyak 108.345 investor dengan tingkat keaktifan sebesar 16,4%. “Angka-angka tadi terekem dari data yang dilaporkan AB penyelenggara Online Trading System atau ABSOTS per kuartal I-2022,” paparnya.

Sementara di sepanjang tahun 2021 jumlah investor saham syariah di BEI tercatat bertambah 19.283 atau tumbuh 22,5% dari 85.891 investor di tahun 2020 menjadi 105.174 investor di tahun 2021, dengan tingkat keaktifan sebanyak 34%.

Hasan mengatakan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan pasar modal syariah dengan menggelar berbagai program sosialisasi dan edukasi. Salah satunya rutin mengadakan kompetisi IDX Islamic Challenge.

Tahun ini kegiatan chlannge ini diikuti oleh 14 ABSOTS dan total hadial yang disediakan bagi pemenang sebesar Rp 250 juta. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang April-Juni 2022 untuk Gelombang pertama dan akan dilanjutkan pada sepanjang Juli – September 2022 untuk gelombang kedua.

Selain itu BEI juga memudahkan pembukaan rekening efek syariah syariah secara full online, tidak lagi butuh tanda tangan basah saat calon investor membuka rekening. Simplikasi pembukaan rekening ini dapat dilakukan oleh AB penyelenggara SOTS.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN