Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Citraland, salah satu mal dan hotel terpadu milik PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Citraland, salah satu mal dan hotel terpadu milik PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tumbuh 31%, Ciputra Development (CTRA) Raup Laba Rp 1,73 Triliun di 2021

Sabtu, 16 April 2022 | 08:00 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 1,73 triliun pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba per saham dasar dari Rp 71 menjadi Rp 94.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 8,07 triliun menjadi Rp 9,72 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat dari Rp 2,64 triliun menjadi Rp 3,35 triliun.

Baca juga: Fitch Ratings Revisi Outlook Ciputra Development (CTRA) Menjadi Positif dari Stabil

Manajemen perseroan dalam laporan kinerja keuangan disebutkan Ciputra Development juga berhasil menurunkan total liabilitas dari Rp 21,79 triliun menjadi Rp 21,27 triliun. Liabilitas tersebut terdiri atas penurunan utang jangka pendek menjadi Rp 10,96 trilliun dan utang jangka panjang senilai Rp 10,31 triliun.

Sebelumnya, RHB Sekuritas menetapkan dua saham pilihan yang berpotensi naik tinggi, yakni PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) da PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Sekuritas ini menetapkan rekomendasi buy saham CTRA dan SMRA dengan target harga masing-masing Rp 1.500 dan Rp 1.300.

“Ciputra memiliki bank tanah terdiversifikasi, neraca solid, dan eksposur tinggi ke harga komoditas. Adapun saham SMRA memiliki katalis kenaikan kuat dari proyek kota mandiri Bogor, yang menawarkan rumah harga terjangkau untuk pembeli pertama,” tulis RHB dalam risetnya.

RHB menilai, reli harga komoditas memiliki trickle down effect ke saham properti. Saat ini, harga komoditas andalan ekspor Indonesia, seperti batu bara dan CPO tinggi, sehingga diharapkan dapat mengerek prapenjualan emiten properti.

Baca juga: Properti Segara Bangkit, Ray White Minta Member Cepat Beradptasi

Selain itu, demikian RHB, suku bunga sedang rendah, kendati ada potensi naik paruh kedua tahun ini, menyusul penaikan FFR. Perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) juga bakal menyuburkan penjualan properti.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN