Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)

Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)

Ciputra (CTRA) Pertebal Pundi-pundi, Target Harga Saham Makin Lebar

Sabtu, 16 April 2022 | 15:04 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sebagai holding Grup Ciputra, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) memiliki kinerja yang mumpuni. Kinerja perseroan didukung oleh diversifikasi produk properti dengan menyasar berbagai level untuk menengah ke bawah hingga kalangan atas.

Pengembang properti ternama ini juga masih diuntungkan oleh kebijakan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) hingga semester I-2022. Ciputra Development mencatatkan prapenjualan (marketing sales) yang tinggi, meski di tengah pandemi.

Dalam risetnya, analis RHB Sekuritas Shelly Setiadi mengungkapkan, CTRA berhasil membukukan prapenjualan yang sesuai dengan ekspektasi RHB Sekuritas. Secara rinci, pada akhir kuartal III-2021, CTRA mengantongi laba bersih sebanyak Rp 531 miliar atau naik 121% secara kuartalan dan 747% secara tahunan.

Baca juga: Malindo (MAIN) Hadapi Tekanan Biaya Bahan Baku, Sahamnya Hold Dulu?

“Tingginya laba bersih disumbang oleh pendapatan pada periode yang sama sebesar Rp 1 triliun, bertumbuh hingga 337% secara tahunan. Ini sejalan dengan proyeksi untuk akhir 2021, dimana telah mencapai 71% dan 73% dari proyeksi,” tulisnya dalam riset.

Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan terhadap penjualan dan rasio belanja operasional (operational expenditure/opex) terhadap penjualan meningkat menjadi 49,1% dari sebelumnya pada kuartal II-2021 berada di 52,5%. Peningkatan ini dikontribusi oleh keuntungan dari penjualan Citraland Surabaya yang memiliki harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) yang lebih baik.

Baca juga: Perbaikan Kinerja Berlanjut, Mandiri Sekuritas Pasang Target Saham Bukalapak (BUKA) Rp 750

“Selain itu, langkah Ciputra Development dalam melakukan penghematan opex pada segmen pemasaran dan pengeluaran komisi juga turut berkontribusi,” ungkap Shelly.

Prapenjualan pada periode sembilan pertama dikontribusi oleh produk rumah tapak dengan ukuran harga kurang dari Rp 2 miliar (61% dari penjualan). Kemudian pembayaran jenis hipotek, menjadi jenis pembayaran paling mendominasi sebanyak 58%, tertinggi sejak 2017.

Dia juga menyebutkan, penjualan CTRA didukung oleh kebijakan relaksasi PPN dari pemerintah dan menyumbang 30% dari pre-sales. Namun demikian, perseroan tetap optimistis jika kebijakan relaksasi itu berakhir pada tahun ini, pre-sales akan terus tumbuh pada tahun 2022.

Katalis positif kinerja CTRA juga datang dari hasil akuisisi 15% saham PT Megapolitan Land Tbk (MTLA) sebagai perusahaan pengembang real estat dan pusat perbelanjaan dengan land bank mencapai 600 hektare. Dalam aksi ini, perseroan merogoh kocek hingga Rp 367 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan perseroan agar dapat memperluas jangkauan pasar di Jakarta Timur.

Baca juga: Kinerja Lampaui Ekspektasi, Saham Mitra Adiperkasa (MAPI) Direkomendasikan Beli

Untuk pusat perbelanjaan, CTRA mampu mempertahankan tingkat hunian 90% dengan meningkatkan diskon hingga 50% mengikuti lonjakan Covid-19 di kuartal III-2021. Program diskon ini akan diturunkan secara bertahap dimulai dari 30% pasca-pembukaan kembali ekonomi di kuartal IV-2021.

“Sejauh ini, lalu lintas pusat perbelanjaan lebih dari 70% pada Februari 2022, meskipun tingkat huniannya masih di 50% dari tingkat pra-pandemi,” ujar Shelly.

Di sisi lain, pundi-pundi CTRA akan dipertebal oleh lini bisnis kesehatan yang memberikan potensi besar. Menurut Shelly, segmen rumah sakit saat ini bertumbuh sangat cepat hingga 94%, meskipun hanya menyumbang sekitar 8% dari total pendapatan perseroan.

Baca juga: Diversifikasi Bisnis, Saham Merdeka Gold (MDKA) Ditargetkan Rp 6.500

Meski demikian, RHB Sekuritas mengharapkan pendapatan dari segmen ini akan terus berkembang sejalan dengan rencana pengembangan rumah sakit lainnya yang berlokasi di Surabaya, Medan, Cibubur, dan juga Sentul.

Karena itu, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.500. Target ini sejalan dengan tingginya raihan prapenjualan dan diversifikasi produk perumahan, serta peningkatan investasi yang dilakukan oleh perseroan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN