Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alkindo Naramatama

Alkindo Naramatama

Tingkatkan Produksi, Alkindo Naratama (ALDO) Anggarkan Capex Rp 320 Miliar

Senin, 18 April 2022 | 05:00 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menganggarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp 320 miliar pada tahun 2022. Capex tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha kertas coklat atau Brown Eco Manufacturer (ECO).

Presiden Direktur Alkindo Naratama (ALDO) Herwanto Sutanto mengatakan, capex tersebut dialokasikan sebagian besar untuk keperluan ekspansi pabrik anak usaha PT Eco Paper Indonesia(ECO) dan sisanya untuk pengembangan anak usaha lainya.

Advertisement

“Dana capex yang kami anggarakan tahun 2022 berasal dari gabungan internal kas dan pinjaman perbankan,” ungkap Herwanto kepada Investor Daily, Minggu (17/04/2022).

Selain itu, Herwanto menambahkan, dengan adanya anggaran capex sebesar Rp 320 miliar, ALDO berharap bisa mendongkrak pertumbuhan pendapatan sebesar 30% dan laba sebesar 40%.

Baca juga:Anak Usaha Alkindo (ALDO), Eco Paper Raih Fasilitas Pinjaman Hijau dari HSBC

Peningkatan laba bersih sejalan dengan kenaikan penjualan bisnis sub-grup kertas perseroan. Produk tersebut menjadi kontributor utama Alkindo Naratama sebanyak 65%. Terdiri dari 38% berasal dari ECO Paper dan 27% dari Alkindo.

Untuk itu, lanjut dia, ALDO menargetkan dan fokus terhadap pasar paper bag dan paper boxes ke sektor FMCG, makanan dan minuman (F&B) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan komitmen tetap pada konsep hijau memanfaatkan bahan mentah hijau, pengolahan dan energi. Disisi lain perseroan menargetkan kenaikan kapasitas produksi pada group kertas coklat.

“Kami menargetkan kenaikan produksi pada kertas coklat hingga 40-50% atau sekitar 120 ribu ton dan kertas konversi 5%,”ungkapnya.

Baca juga:Jualan Moncer, Laba Bersih Alkindo Naratama (ALDO) Naik 50%

Sebelumnya, PT Eco Paper Indonesia, anak perusahaan Alkindo Naratama, mendapatkan pinjaman hijau atau Green Loan sebesar Rp 27 miliar dari PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia).

Fasilitas pinjaman hijau dari HSBC akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja ECO dan melipatgandakan kapasitas produksinya menjadi sekitar 22.500 ton kertas daur ulang per bulan. Peningkatan produktivitas ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian para pengepul kertas bekas, sebagai salah satu pemasok kertas bekas.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular Indonesia akan berdampak signifikan untuk membantu negara mencapai Sustainable Development Goals dan memitigasi dampak perubahan iklim. obligasi, pinjaman, serta sukuk hijau dan berkelanjutan di Indonesia yang semula telah didorong oleh entitas yang berdaulat dan didukung pemerintah hingga saat ini.

“Sehingga kami berharap dapat melihat lebih banyak perusahaan yang berpartisipasi karena Indonesia terus memajukan climate ambitions dan perusahaan seperti ECO yang sudah melakukannya,” tutup Herwanto.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN