Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BEI Jajaki Pemesanan Obligasi lewat Sistem e-IPO

Selasa, 19 April 2022 | 20:50 WIB
M Gafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menjajaki kemungkinan investor dapat memesan obligasi melalui situs electronic initial public offering atau e-IPO.

Dalam situs tersebut, BEI sebagai penyelenggara sistem, mengajak para pengguna (user) untuk mengisi survei mengenai pengembangan penawaran umum obligasi/sukuk melalui sistem e-IPO.

Advertisement

“Hal ini dilakukan sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk secara Elektronik,” papar manajemen BEI.

Berdasarkan peraturan tersebut, kegiatan penawaran umum secara elektronik meliputi efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang dan/atau sukuk, dan efek lain yang ditetapkan OJK. Sistem e-IPO telah digunakan untuk IPO saham sejak awal 2021.

Menurut BEI, survei dilakukan antara untuk mengetahui sejauh mana minat pelaku pasar terhadap penawaran umum perdana efek bersifat utang atau sukuk (EBUS)korporasi secara umum jika  dilakukan secara elektronik melalui sistem e-IPO.

Tujuan lainnya adalah menetapkan parameter yang digunakan untuk penawaran umum EBUS korporasi pada sistem e-IPO. “BEI juga menunggu masukan lainnya dari pelaku pasar atas sistem e-IPO dan rencana penggunaan e-IPO untuk penawaran umum EBUS korporasi,” jelas manajemen BEI.

Menanggapi hal ini, Direktur Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo mengungkapkan, BEI masih dalam tahap survei dan diskusi dengan para pemangku kepentingan. “Proses IPO dan proses book building antara saham dan obligasi ini kan agak berbeda,” ujar dia di Jakarta, Selasa (19/4).

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN