Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mesin sedang mengisi daya sejumlah kendaraan listrik Tesla di Springfield, Virginia, pada 15 Maret 2022. Tesla menaikkan harga kendaraan listriknya untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu. (FOTO: STEFANI REYNOLDS / AFP)

Mesin sedang mengisi daya sejumlah kendaraan listrik Tesla di Springfield, Virginia, pada 15 Maret 2022. Tesla menaikkan harga kendaraan listriknya untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu. (FOTO: STEFANI REYNOLDS / AFP)

Tesla Laporkan Rekor Laba, Bullish pada Output 2022

Kamis, 21 April 2022 | 10:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Tesla melaporkan pertumbuhan laba rekor pada kuartal I-2022 pada kendaraan yang lebih mahal. Rencana produksi 2022 berada di jalurnya, kata perusahaan, meskipun ada masalah rantai pasokan yang sedang berlangsung dan pukulan dari tindakan penguncian Covid-19 baru-baru ini di Tiongkok.

Perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk terbang tinggi mencatat rekor baru dalam laba kuartalan sebesar US$ 3,3 miliar setelah pembukaan pabrik baru di Jerman dan negara bagian Texas di Amerika Serikat (AS) yang telah memulai pengiriman komersial.

Hambatan yang dihadapi perusahaan termasuk meningkatnya biaya bahan baku, serta pemadaman selama berminggu-minggu di pabrik Shanghai menyusul pembatasan Covid-19 terbaru dari pemerintah negara tersebut.

Baca juga: Tesla dan Perusahaan Lain Shanghai Siap Beroperasi, Jelang Pelonggaran Penguncian 

“Pabrik kami sendiri telah berjalan di bawah kapasitas selama beberapa kuartal karena rantai pasokan menjadi faktor pembatas utama, yang kemungkinan akan berlanjut hingga sisa 2022,” kata Tesla dalam siaran pers pendapatannya, Kamis (21/4).

Musk juga mengatakan tampaknya perusahaan akan memroduksi lebih dari satu setengah juta unit kendaraan pada 2022, yang akan melampaui target jangka panjang perusahaan dari pertumbuhan output setidaknya 50%.

“Kami tumbuh sangat pesat dari tahun ke tahun dan tetap yakin akan melampaui pertumbuhan 50% di masa mendatang. Masa depan sangat menarik,” papar Musk kepada para investor dan analis. Tetapi Tesla Model 3 saat ini mendaftar dengan harga mulai US$ 42.690, membuatnya tidak terjangkau oleh banyak rumah tangga.

Musk, yang telah lama berbicara tentang perlunya membuat kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) terjangkau bagi massa untuk memerangi perubahan iklim, tetap bersikeras. “Kami benar-benar ingin membuat EV semurah mungkin,” imbuhnya.

“Sangat sulit ketika inflasi berada pada level tertinggi 40 atau 50 tahun,” katanya lagi. Musk mencatat bagaimana pemasok telah mengupayakan kenaikan harga 20%-30% untuk suku cadang.

Perjuangan untuk Keterjangkauan

Untuk laporan kuartal terakhir, Tesla mengatakan laba US$ 3,3 miliar atau naik 658% dari periode tahun lalu, dengan lonjakan pendapatan 81% menjadi US$ 18,8 miliar.

Perusahaan memroduksi 305.407 unit mobil pada periode tersebut, sedikit di bawah level pada kuartal sebelumnya. Tetapi ini cukup untuk mendorong produksi di atas satu juta selama 12 bulan terakhir.

CFO Tesla Zach Kirkhorn mengatakan pabrik di Shanghai kehilangan sekitar satu bulan volume yang dibangun karena penguncian. Tetapi manufaktur itu melanjutkan pada tingkat terbatas yang bekerja untuk kembali ke produksi penuh secepat mungkin, jelasnya.

Baca juga: Elon Musk Tawar Twitter di Harga US$ 43 Miliar

Kirkhorn mengatakan bahwa inflasi biaya bahan baku telah meningkat selama kuartal pertama, sementara biaya kuartal kedua cenderung sedikit lebih tinggi dari itu.

Karena masalah rantai pasokan terus berlanjut, analis otomotif telah memperingatkan bahwa pembuatan EV dapat dibatasi oleh bahan baku yang terbatas. Analis IseeCars Karl Brauer mencatat faktor kenaikan biaya untuk lithium, paladium, dan nikel sebagai tantangan bagi Tesla dan industri otomotif secara lebih umum.

“Kekhawatiran biaya dan pasokan di sekitar berbagai komponen baterai tidak akan hilang. Dan kemungkinan akan tumbuh seiring pertumbuhan dan permintaan EV global. Kendaraan listrik selalu berjuang untuk menjadi seefektif biaya mobil pembakaran internal. Dan ada indikasi bahwa perjuangan akan terus berlanjut,” kata Brauer.

Musk mengakui beberapa tantangan ini untuk EV, menyerukan pengusaha untuk fokus membangun pasokan lithium. “Bisakah lebih banyak orang masuk ke bisnis lithium? Apakah Anda suka mencetak uang? Bisnis lithium adalah untuk Anda!” sindirnya.

Saham Tesla naik 5,0% menjadi US$ 1.026,99 dalam perdagangan setelah jam kerja.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN