Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar BEI

Webinar BEI

Duh, Jumlah Perempuan Dalam Jabatan Eksekutif di Perusahaan Tercatat Masih Minim

Kamis, 21 April 2022 | 15:24 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dalam sebuah konsensus yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bertajuk Women in Executive Leadership in IDX200 Census yang dilakukan pada Desember 2021 hingga Maret 2022, menemukan bahwa jumlah perempuan dalam memegang jabatan eksekutif di 200 perusahaan tercatat, emiten dengan aktivitas kapitalisasi dan transaksi terbesar di bursa, masih minim.

Executive Director of Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Maya Juwita menyebutkan konsensus tersebut menemukan baru sebanyak 15% dari 200 perusahaan tercatat Executive Leadership Teams (ELTs) yang dipimpin oleh perempuan. Angka ini tidak berubah selama periode 2019-2021. Tidak hanya itu, hanya 4% perusahan yang memiliki CEO perempuan di IDX 200 perusahaan. Jumlah ini setara hanya dengan delapan perusahaan saja dan angkanya tidak berubah sejak 2019.

Advertisement

Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT MNC Studios International Tbk (MSIN), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), dan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

Baca juga:Berkembang Pesat, BEI Sebut 81% IPO Baru Masuk Kategori Saham Syariah

“Konsensus ini juga menemukan bahwa sebanyak 94 perusahaan di IDX 200 pada 2021 tidak memiliki satu perempuan pun yang duduk dalam ELTs. Sedangkan hanya 21% perusahaan tercatat saja yang memang memiliki porsi kesemimbangan gender dalam ELT,” ungkapnya di sela webinar bertajuk ‘Rising to the Top: Women Leadership in Executive Position in IDX200’, Kamis (21/4/2022).

Untuk itu, Maya menyebut ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan BEI dalam mendorong peningkatan jumlah perempuan dalam memegang jabatan eksekutif. Mulai dari mendorong perusahaan untuk mencapai target kesetaraan gender, membantu mendorong perusahaan untuk kehadiran perempuan menjadi CEO dan mencapai kesetaraan gender, serta menyiapkan mentorship dan sponsorship untuk eksekutif perempuan untuk bekerja mencapai tujuannya menjadi CEO.

Baca juga:BEI Jajaki Pemesanan Obligasi lewat Sistem e-IPO 

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, sebagai bagian dari inisiatif Bursa Efek Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), BEI selalu berusaha untuk menjadi panutan dalam mengimplementasikan dan mendorong para pemangku kepentingan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di pasar modal Indonesia. Sebagai salah satu fokus SDG, tujuan kesetaraan gender diharapkan dapat dicapai melalui sensus tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi

"BEI sebagai anggota bursa yang berkelanjutan berkomitmen penuh untuk melaksanakan tujuan SDGs, salah satunya adalah kesetaraan gender. Selain role model dalam menerapkan kesetaraan gender, kami juga bertujuan untuk mendorong semua pemangku kepentingan di sektor swasta, terutama perusahaan yang terdaftar, untuk berpartisipasi dalam menerapkan praktik yang baik dalam mendukung pemberdayaan perempuan," ujar Inarno.

Baca juga:Belum Genap Setahun di BEI, Dharma Polimetal (DRMA) Bagi-bagi Dividen

Untuk itu, lanjut Inarno, pihaknya melakukan Women in Executive Leadership in IDX200 Census untuk mengapresiasi dan mendorong emiten dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesempatan bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan berpartisipasi aktif dalam tim kepemimpinan eksekutif.

Inarno menyampaikan, berdasarkan riset Morgan Stanley pada 2019, inisiatif kesetaraan dan keragaman gender di tempat kerja berdampak terhadap bisnis yang menghasilkan peningkatan produktivitas dan profitabilitas. Selain itu, kesetaraan gender juga menghasilkan peningkatan kemampuan untuk menarik dan mempertahankan bakat, kreativitas yang lebih besar, inovasi, ketahanan, meningkatkan reputasi dan brand perusahaan, serta kemampuan yang lebih baik untuk menjaring minat dan permintaan konsumen.

"Oleh karena itu, ketika perusahaan lebih memperhatikan keberlanjutan, terutama kesetaraan gender, mereka tidak mengharapkan kinerja jangka pendek, melainkan juga kinerja jangka panjang yang akan lebih bermanfaat bagi investor," kata Inarno.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN