Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Laba Bersih Melesat 14,6%, Analis Targetkan Harga Saham BBCA ke Rp 8.100

Jumat, 22 April 2022 | 08:12 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - CGS CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 8.100 atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Target ini merefleksikan BBCA merupakan saham paling defensif di antara saham bank lainnya.

Target tersebut juga telah mempertimbangkan tren pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2021. BCA mencetak kenaikan laba bersih sebesar 14,6% menjadi Rp 8,1 triliun pada triwulan I-2022.

Advertisement

Baca juga: Sambut Hari Kartini, BCA Beri Bunga Spesial Khusus Wanita di 3,88%

Analis CGS CIMB Sekuritas Ilham Firdaus dan Yulinda Hartanto mengatakan, realisasi laba bersih perseroan sepanjang kuartal I-2022 sudah sesuai dengan perkiraan. Angka tersebut setara dengan 22% dari target laba bersih CGS CIMB Sekuritas dan konsensus analis.

CIMB Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan kredit sebesar 9%. Angka tersebut lebih tinggi, dibandingkan target pertumbuhan kredit perbankan berkisar 6-8%. “Kami memperkirakan pertumbuhan kredit akan lebih pesat dalam beberapa kuartal mendatang, seiring dengan tren peningkatan konsumsi, seperti kredit perumahan dan mobil,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, hari ini.

CIMB Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas keberhasilan BCA dalam mempertahankan penigkatan loan to asset ratio (LAR) dari 39% akhir 2021 menjadi 45% pada akhir Maret 2022. Sedangkan biaya kredit diperkirakan tetap rendah setidaknya hingga 2024 sejalan dengan perbaikan ekonomi.

CGS CIMB Sekuritas menambahkan pertumbuhan kinerja keuangan, termasuk kredit, seluruh emiten perbankan diperkirakan berlanjut sampai kuartal I-2022. Kondisi tersebut didukung tren perbaikan ekonomi nasional.

Terkait proyeksi kinerja keuangan BCA, CGS CIMB Sekuritas mematok target laba bersih meningkat menjadi Rp 36,45 triliun pada 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 senilai Rp 31,42 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan juga diprediksi melonjak dari Rp 56,47 triliun menjadi Rp 63,15 triliun.

Sebelumnya, Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, seiring dengan pemulihan perekonomian nasional, total kredit naik 8,6%. Pertumbuhan kredit terjadi di semua segmen, baik kredit untuk bisnis maupun konsumsi. Sementara itu, dana giro dan tabungan (CASA) terus tumbuh secara berkelanjutan, naik hingga 21,7% YoY di Maret 2022, sebagai hasil dari inovasi layanan digital yang konsisten serta ekspansi ekosistem bisnis.

Baca juga: BCA Expoversary Sukses Dongkrak Kinerja Kredit BCA (BBCA) Hingga Rp 637,1 Triliun

“Sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan perekonomian nasional, kami menggelar BCA Expoversary 2022, baik secara online maupun offline, dan menawarkan suku bunga kredit yang menarik bagi nasabah. Kami dengan penuh rasa syukur mengucapkan terima kasih atas kolaborasi seluruh mitra bisnis serta tingginya antusiasme masyarakat dalam gelaran BCA Expoversary 2022, sehingga, kami pun memperpanjang jadwal penutupan event menjadi 30 April 2022 dari semula 27 Maret 2022,” ucapnya dalam paparan kinerja, Kamis (21/04/2022).

Di sisi pendanaan, CASA naik 21,7% YoY mencapai Rp 798,2 triliun, berkontribusi hingga 80% dari total dana pihak ketiga. Sementara itu, deposito juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp199,6 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 17,5% YoY menjadi Rp997,8 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 15,5% YoY menjadi Rp 1.259,4 triliun di akhir Maret 2022.

Pengembangan solusi digital secara konsisten pada platform perbankan transaksi, ditambah tingkat kepercayaan nasabah yang tinggi, menjadi modal utama untuk memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti bank. BCA juga senantiasa memperkuat ekspansi ekosistem digital dan basis nasabah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Seiring solidnya pertumbuhan likuiditas dan kredit, BCA tambah Jahja membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama tiga bulan pertama tahun 2022, yakni naik 2,5% YoY menjadi Rp14,5 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 19,5% YoY menjadi Rp5,9 triliun di periode yang sama, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,8% YoY. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp20,4 triliun atau naik 6,9% YoY. Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat menurun 13,4% dibandingkan tahun sebelumnya.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN