Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini

Dongkrak Kinerja, XL Axiata (EXCL) Siapkan 3 Mesin Pertumbuhan Ini...

Jumat, 22 April 2022 | 15:08 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyatakan telah memiliki tiga growth engines untuk mendongkrak kinerja di tahun 2022 sehingga pada akhirnya bisa mencapai visi sebagai nomor satu converged operator di Indonesia pada suatu saat nanti. Perseroan dikatakan Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini juga telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang jumbo hingga Rp 9 triliun di tahun ini.

Pertama, mobile. Didalamnya termasuk bagaimana XL menyajikan ekosistem hiburan digital berkualitas tinggi dan juga melanjutkan investasi di luar Jawa. Sebagai upaya untuk mengejar peningkatkan kualitas jaringan data guna mengimbangi terus meningkatnya trafik penggunaan oleh pelanggan di seluruh Indonesia, XL sudah menyiapkan anggaran Rp 6,3 triliun atau 70% dari capex yang ditetapkan perseroan.

Network adalah tulang punggung dari layanan kami jadi memberikan layanan yang baik dan merupakan tujuan kami, sehingga untuk 2022 capex lebih besar dari biasanya Rp 9 triliun,” ujarnya usai RUPST Perseroan, Jumat (22/04/2022).

Baca juga: XL Axiata (EXCL) Tebar Dividen Rp 552 Miliar

Kedua, home and convergence.Yakni melalui akuisisi dan konversi lebih banyak pelanggan, meningkatkan proposisi Triplay Play dan XL Home, serta membuka sinergi dengan PT Link Net Tbk. (LINK). Emiten telekomunikasi tersebut seperti diketahui telah mengakuisisi 66,03% saham LINK dari kepemilikan Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (KBLV). Harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp 4.800 per saham biasa atau sekitar Rp 8,72 triliun. Ini berarti bernilai sekitar Rp 13,21 triliun untuk 100% keseluruhan saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam LINK. 

Axiata Investments kemudian akan diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib (MTO) untuk membeli 33,97% saham LINK yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Rencana pengambilalihan dan rencana MTO diharapkan akan selesai pada kuartal III-2022.

Manajemen EXCL menyatakan rencana pengambilalihan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang signifikan untuk Link Net dan XL Axiata melalui kombinasi posisi Link Net dan XL Axiata dalam layanan komunikasi tanpa kabel, berbagi jaringan utama (backbone) dan jaringan transmisi, serta hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia. “XL siap bersinergi dengan Link Net untuk memperkuat bisnis konvergensi. Itu akan menjadi tujuan utama dari proses akuisisi ini,” katanya.

Baca juga: XL Axiata Gelar Pelatihan untuk Mahasiswa dan Pengelola Start-up

Ketiga, enterprise. Yakni, memperkuat kapabilitas untuk mempercepat pertumbuhan, mendukung segmen korporasi dan SME untuk transformasi digital, serta memperluas lini bisnis melalui akuisisi PT Hipernet Indodata (Hypernet) yang dilakukan pada Maret kemarin. Di mana, dengan ditandatanganinya perjanjian pembelian saham bersyarat, perseroan akan memiliki 51% saham Hipernet Indodata atau 2.805 lembar saham dengan nilai transaksi Rp 321,30 miliar.

Lebih lanjut, terkait pertumbuhan bisnis di tahun 2022, Dian memproyeksikan bahwa akan ada pertumbuhan pendapatan selaras dengan industri. “Untuk tahun 2022 industri akan tumbuh lebih baik dibandingakan 2021, karena 2022 diharapkan situasi ekonomi sudah kembali lebih baik dari sejak masa pandemi,” ujarnya seraya menambahkan akan meraih EBITDA margin di level 50%.

Sebelumnya, Dian pernah mengutarakan, ada sejumlah peluang positif di industri telekomunikasi Indonesia di tahun 2022 yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan performa ke depan. Peluang-peluang tersebut yakni pertama, pemulihan ekonomi diprediksi akan bisa terlaksana seiring dengan diprediksi akan meredanya Covid-19 pada tahun 2022, yang berarti pertumbuhan ekonomi siap untuk pulih lagi. Kedua, cara kerja digital, termasuk di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari masyarakat, akan menciptakan permintaan jangka panjang struktural untuk data.

Baca juga: XL Axiata Perkuat Layanan Internet di Batam dan Bintan

Selanjutnya, adalah potensi peningkatan permintaan untuk layanan fixed broadband (FTTH) karena tuntutan bekerja dari rumah dan kerja secara hibrida.

“Kami melihat peluang pengembangan layanan konvergensi yang sangat luas di masa mendatang. Di satu sisi, layanan ini akan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan untuk produk yang bisa menghadirkan akses internet cepat dan stabil, bisa digunakan satu keluarga, serta memberikan banyak kemudahan dan manfaat tambahan, seperti akses ke layanan hiburan. Di sisi lain, secara bisnis, layanan konvergensi juga akan meminimalkan tingkat churn serta meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan akuisisi Linknet, hal ini akan sangat mendukung pengembangan bisnis konvergensi ke depannya,” ungkap Dian.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com