Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Michael William P Soeryadjaya. (Foto: Ist)

Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Michael William P Soeryadjaya. (Foto: Ist)

Melesat 89%, Saratoga (SRTG) Catat Net Asset Value Rp 60,9 Triliun di Kuartal I

Selasa, 26 April 2022 | 15:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil mencatat net asset value (NAV) sebesar Rp 60,9 triliun pada kuartal I tahun 2022. NAV perseroan tersebut tumbuh 89% dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp 32,2 triliun dan lebih tinggi daripada NAV Saratoga di akhir tahun 2021 sebesar Rp 56,3 triliun.

Saratoga juga mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp 3,6 triliun, yang mencerminkan kenaikan 208% secara year on year (yoy), di mana sebagian besar adalah kenaikan nilai portofolio yang belum direalisasikan.

Baca juga: Saratoga (SRTG) Milik Sandiaga Tetapkan Dividen Rp 60 per Saham, Simak Jadwalnya!

Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaja menjelaskan, nilai pasar sejumlah portofolio investasi perseroan terus melanjutkan penguatan seperti yang terjadi sejak semester II tahun 2021. Kenaikan harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi katalis utama kenaikan NAV perseroan di kuartal I tahun 2022 ini.

“Pada kuartal I-2022 Saratoga memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp 141 miliar dari PT Provident Agro Tbk (PALM) dan Deltomed. Kinerja positif perseroan di awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi investasi Saratoga di sektor-sektor kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat optimal,” jelas Michael melalui keterangan resmi di Jakarta (26/4/2022).

Michael mengungkapkan, memasuki tahun 2022 kondisi perekonomian masih menghadapi beragam tantangan. Pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas dan gejolak harga energi telah mendorong naiknya inflasi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai perusahaan investasi aktif Saratoga terus mencermati situasi yang terjadi, mengingat tren kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan inflasi di dalam negeri juga terus meningkat.

“Salah satu prioritas utama Saratoga saat ini adalah memastikan bahwa setiap sumber daya perseroan dialokasikan secara efisien dan efektif untuk mendukung strategi bisnis kami. Saratoga berusaha menjaga rasio biaya dan utang pada tingkat yang sehat, di mana kami mencatatkan biaya operasional tahunan terhadap NAV sebesar 0,3% dan nilai pinjaman bersih sebesar 4,7%dari NAV,” ungkapnya.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menambahkan, dalam situasi yang penuh dinamika saat ini perseroan akan tetap melanjutkan rencana investasinya di sejumlah sektor strategis. Di antaranya adalah industri teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer yang terus mendapatkan momentum pertumbuhannya sejak pandemi terjadi lebih dari dua tahun lalu.

Menurut Devin, setiap tahun Saratoga mengalokasikan dana sekitar US$ 100 juta - 150 juta baik untuk investasi di perusahaan baru atau pada portofolio yang sudah ada. Tahun ini sektor teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer menjadi perhatian perseroan mengingat potensi pertumbuhannya masih sangat tinggi dalam jangka panjang.

Baca juga: Pekan Lalu Bosnya Sah Besanan dengan Pemilik MNC, Kini Emtek (EMTK) Laporkan Laba Rp 5,65 T

“Tentunya setiap investasi akan dilakukan secara terukur, disiplin dan pada sektor-sektor yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan neraca keuangan yang sehat, kami optimis dapat memaksimalkan setiap peluang investasi yang mampu memberikan peningkatan nilai perusahaan yang optimal dalam jangka panjang,” tambah Devin. 

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN