Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas produksi migas PT Saka Energi Indonesia (SAKA). (Foto: Perseroan)

Fasilitas produksi migas PT Saka Energi Indonesia (SAKA). (Foto: Perseroan)

Komut PGN (PGAS) Sebut Saka Energi Akhirnya Untung

Selasa, 26 April 2022 | 19:37 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN Arcandra Tahar menyebutkan bahwa kinerja bisnis hulu migas PGN melalui PT Saka Energi Indonesia akhirnya berhasil meraih keuntungan. Keberhasilan Saka Energi dalam menaikkan lifting minyak, meningkatkan efisiensi, dan lonjakan harga minyak dunia sepanjang 2021 menjadi pendorong utama kinerja positif anak perusahaan PGN tersebut.

"Setelah sekian lama mengalami kerugian, pada tahun 2021 Alhamdulillah Saka Energi berhasil mencatatkan laba bersih sekitar US$ 6 juta. Membaiknya kinerja Saka ini tentunya juga berdampak positif terhadap PGN sebagai induknya. Pada tahun-tahun sebelumnya, kerugian yang dialami oleh Saka Energi telah menjadi beban bagi keuangan PGN," sebut Arcandra dalam akun resmi di Instagram (@arcandra.tahar), Selasa (26/4/2022).

Advertisement

Arcandra menegaskan, perbaikan kinerja Saka Energi dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, Saka Energi berhasil meningkatkan volume lifting minyak menjadi sekitar 25 ribu barel per hari selama tahun 2021. Kenaikan lifting tersebut berkat eksplorasi di beberapa sumur baru, khususnya di Blok Pangkah, yang berhasil menemukan minyak.

Baca juga: Percepatan Pelunasan Utang Saka Energi Berdampak Positif bagi PGN (PGAS)

Kedua, kenaikan harga minyak sepanjang 2021 turut mendorong pendapatan Saka Energi mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun lalu, rata-rata harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$ 68,13 per barel, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tahun 2020 sebesar US$ 52,77 per barel.

Ketiga, optimalisasi teknologi pada sumur-sumur eksplorasi dan eksploitasi berdampak tidak hanya terhadap peningkatan volume lifting minyak, tetapi juga pada efisiensi operasional Saka Energi.

"Bisnis hulu migas memiliki potensi yang besar jika mampu dikelola dengan mengoptimalkan teknologi dan efisien dalam proses bisnis yag dijalankan. Komitmen itu yang terus diwujudkan oleh Saka Energi saat ini dan ke depan," ujar Arcandra.

Membaiknya kinerja Saka Energi sesungguhnya juga bisa dilihat dari kemampuan perusahaan dalam mempercepat pelunasan sebagian utang obligasi yang diterbitkan tahun 2017. Saka Energi telah mempercepat pelunasan utang obligasi senilai US$ 220 juta pada 25 Maret 2022.

Pasca bayback obligasi tersebut, nilai surat utang obligasi Saka Energi yang masih beredar sebesar US$ 405 juta. Surat utang itu baru akan jatuh tempo pada Mei 2024.

"Kami bersyukur bahwa bisnis dari sektor hulu PGN selama tahun 2021 tumbuh sangat positif. Secara konsolidasi, laporan keuangan PGN tahun 2021 mencatat pendapatan Perseroan dari hasil penjualan minyak dan gas mencapai US$ 331,3 juta. Nilai tersebut mengalami kenaikan sekitar 60,64% dibandingkan peroleh tahun 2020 lalu yaitu sebesar US$ 203,7 juta," imbuhnya.

Baca juga: Bangun Pipa Gas, Perusahaan Gas Negara (PGAS) Rogoh Kocek Rp 10,69 Triliun 

Lebih jauh ia mengatakan, dalam situasi yang penuh tantangan dan dinamis saat ini, sebagai subholding gas bumi, PGN senantiasa berhati-hati dan tetap disiplin dalam menjalankan seluruh kegiatan bisnisnya. Termasuk, di sektor hulu migas seperti yang dijalankan oleh Saka Energi.

Sebagai perusahaan migas, PGN menyadari bahwa pengelolaan bisnis hulu tidak saja membutuhkan modal yang besar, tetapi juga harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang memahami teknologi, komersial dan mampu menjalankan proses bisnis yang efisien sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.

"Semoga Saka Energi dan PGN selalu menjadi bagian dari usaha bangsa ini untuk terus memperkuat ketahanan energi dan menjadikan sumber daya alam nasional bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Insya Allah," tutup Arcandra dalam tulisannya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN