Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (Foto: Ist)

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (Foto: Ist)

Terdampak Perang Rusia-Ukraina, Chandra Asri (TPIA) Rugi US$ 11 Juta

Kamis, 28 April 2022 | 08:26 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 677,7 juta pada kuartal I-2022 atau naik 13% dari periode yang sama tahun lalu. Selain itu, perseroan membukukan EBITDA US$ 24,1 juta dan dengan rugi bersih setelah pajak US$ 11 juta.

Baca juga: Kabar Gembira dari Adaro (ADRO) Jelang Cuti Bersama: Bagikan Dividen US$ 650 Juta

“Kinerja kami selama kuartal pertama tahun 2022 sebagian besar dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina. Ketegangan geopolitik memicu harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari US$ 100 per barel, yaitu sekitar 25% lebih tinggi kuartal ke kuartal vs Q4 2021, dan sekitar 66% lebih tinggi vs Q1 2021. Permintaan yang melemah di Tiongkok karena lockdown Covid-19 juga menyebabkan pengetatan spread petrokimia, terutama untuk polyolefins,” terang Direktur TPIA Suryandi dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2022).

Dia menambahkan, perseroan terus mempertahankan neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar US$ 2,55 miliar yang terdiri dari US$ 1,724 miliar kas dan setara kas US$ 398 juta surat berharga, dan US$ 428 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia. Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung, dan untuk menangkap peluang yang muncul.

Perseroan akan terus fokus dalam mewujudkan tiga strategi utamanya, yaitu pertumbuhan transformasional melalui proyek CAP2, keberlanjutan & ESG, dan transformasi digital.

“Kami akan terus mempertahankan disiplin modal dengan kerangka kerja stage-gated untuk proyek CAP 2, seiring dengan progres kami dengan pragmatisme kehati-hatian yang seimbang mengingat volatilitas harga komoditas,” jelas Suryandi.

Baca juga: Obligasi Rp 3,75 Triliun Adhi Karya (ADHI) Oversubscribed

Dia mengungkapkan pula bahwa sebagai apresiasi kepada pemegang saham TPIA atas dukungannya selama ini, manajemen mengusulkan rasio pembayaran dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2021, setara dengan US$ 76 juta.

“Pembayaran dividen final telah disetujui dalam RUPST baru-baru ini dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2022 sebagai dividen tunai sebesar US$ 11 juta setelah memperhitungkan dividen interim US$ 65 juta yang telah dibayarkan sebelumnya pada tahun 2021,” sebut Suryandi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com