Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ada Pelita Air, Bagaimana Nasib Garuda (GIAA)?

Kamis, 28 April 2022 | 14:30 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Maskapai Pelita Air Services resmi terbang perdana melayani rute Jakarta-Denpasar secara reguler mulai Kamis (28/4/2022).

Terkait anak usaha PT Pertamina itu yang mulai melayani penerbangan reguler, kemudian timbul pertanyaan bagaimana nasib PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang juga BUMN dan saat ini dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)?

Baca juga: Garuda (GIAA) Diselamatkan!

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, Indonesia mempunyai potensi pasar penerbangan domestik yang sangat besar. Karena itu, tidak mungkin dimonopoli oleh satu grup atau oligopoli dua grup.

Erick menambahkan, dengan Garuda masih dalam proses PKPU terjadi keterbatasan kapasitas sehingga harga tiket pesawat cenderung mahal. Karena itu, untuk memberikan keseimbangan di tengah lonjakan harga tiket, Pelita Air hadir.

“Garuda kita tunggu PKPU. Tapi dengan harga tiket yang mahal, Pelita-lah yang (masuk), toh domestic flight kita masih punya potensi,” terang Erick Thohir di sela acara Inaugural Flight Pelita Air di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (28/4/2022).

Pelita Air
Maskapai Pelita Air Services resmi terbang perdana melayani rute Jakarta-Denpasar secara reguler mulai Kamis (28/4/2022).  (Foto: Ist)

Menurut Erick, Pelita Air Services ini akan difokuskan untuk melayani penerbangan domestik.

“Dan, tadi saya sudah bicara juga bahwa ini fokus domestik tidak international flight. Kita mau bangun domestik dulu yang kuat apalagi sekarang sudah mulai bangkit. Ini ada momen mudik, perjalanan dinas, dan wisata,” kata Erick Thohir.

Erick menjelaskan, dalam kejadian pengadaan pesawat di Garuda Indonesia terjadi  dugaan kasus korupsi, hal tersebut sebagaimana yang saat ini dalam penanganan Kejaksaan Agung. Sebab itu, apabila dalam proses negosiasi dengan lessor, mereka masih meminta harga kemahalan, pihak Garuda tentu tak akan memenuhinya.

“Kalau lessor-nya didiamkan saja tetap mahal ya ga mau lah. Kita kuat-kuatan, masa negara segede ini kalah sama perusahaan lessor, ya gak bisa,” tegas Erick.

Baca juga: Fokus Rute Domestik, Pelita Air Resmi Terbang Komersial Jakarta-Bali

Erick menekankan, perdamaian dalam proses PKPU nanti haruslah perdamaian yang berdasarkan kemauan pemerintah, bukan kemauan lessor.

“Tapi kalau dari pihak lessor gak mau ya udah kita cari jalan lain. Masa negara segede ini para lessor gak percaya sama kita,” jelas Erick.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN