Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berkomitmen untuk terus memajukan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Desa Karangrejo Borobudur Magelang dan mendukung program destinasi super prioritas pemerintah. (Foto: Dok. PGN)

Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berkomitmen untuk terus memajukan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Desa Karangrejo Borobudur Magelang dan mendukung program destinasi super prioritas pemerintah. (Foto: Dok. PGN)

Volume Distribusi PGN (PGAS) Cenderung Naik, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Minggu, 8 Mei 2022 | 08:29 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sedang mengarah pada kondisi terbaik untuk melanjutkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun ini. Hal ini didukung keputusan Kementerian ESDM dan penyelesaian dua proyek gas perseroan.

Baca juga: PGN Subholding Gas Pertamina Catat Laba Bersih Rp 1,7 T di Triwulan I 2022

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS dengan target harga Rp 1600. Target tersebut mempertimbangkan laba bersih PGN senilai US$ 283 juta tahun 2022, dibanding tahun lalu US$ 304 juta. Sedangkan pendapatan diharapkan naik dari US$ 3,03 miliar menjadi US$ 3,38 miliar.

Samuel Sekuritas menyebutkan keputusan Kementerian ESDM yang menyetujui pematokan harga gas US$ 6/mmbtu untuk 13 industri bisa mendongkrak volume pendistribusian gas perseroan. Meski demikian, kebijakan ini bisa memicu penurunan margin perseroan menjadi US$ 1,5-1,7 per mmbtu atau turun 625-556 bps.

“Kami memperkirakan keputusan ini bisa memicu kenaikan volume pendistribusian gas perseroan menjadi 945 BBTUD pada 2022. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 9% dari realisasi tahun 2021,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Perseroan juga didukung proyek distribusi gas blok Rokan dan jalur pipa Gresik-Semarang. Proyek tersebut diharapkan mendongkrak volume pendistribusian gas perseroan tahun ini.

Baca juga: Komut PGN (PGAS) Sebut Saka Energi Akhirnya Untung

Tahun lalu, PGN membukukan peningkaan pendapatan dari US$ 2,88 miliar menjadi US$ 3,03 miliar. Laba bersih mencapai US$ 304 juta, dibandingkan rugi bersih senilai US$ 265 juta pada 2020. Lonjakan laba tahun lalu ditopang kenaikan pendapatan perusahana patungan dan pembalikan provisi atas sengketa pajak.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN