Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Penurunan IHSG dipicu pelemahan sejumlah sektor saham pada Rabu (27/4/2022) seperti saham sektor keuangan turun 0,64%, infrastruktur 0,56%, serta sektor transportasi dan logistik turun 0,86%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 2,41%, sektor material dasar 1,12%, dan sektor consumer non cyclicals 0,24%. Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Penurunan IHSG dipicu pelemahan sejumlah sektor saham pada Rabu (27/4/2022) seperti saham sektor keuangan turun 0,64%, infrastruktur 0,56%, serta sektor transportasi dan logistik turun 0,86%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 2,41%, sektor material dasar 1,12%, dan sektor consumer non cyclicals 0,24%. Beritasatu Photo/Uthan AR

Yuk, Saatnya Cicil Beli Saham Blue Chip

Rabu, 11 Mei 2022 | 05:21 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Penurunan IHSG dalam dua hari terakhir membuat Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami crash hingga 5,7%. Disisi lain, pelemahan IHSG yang cukup dalam ini bisa dimanfaatkan untuk mencicil beli saham blue chip. Mengapa demikian?

Pengamat yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, di saat IHSG libur panjang Lebaran, pasar saham global cenderung mengalami pelemahan. Penyebabnya, ketegangan Rusia-Ukraina, munculnya penyakit baru Hepatitis misterius, kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara. Ditambah lagi, dengan kenaikan suku bunga The Fed. Belum lagi, investor asing yang keluar dari pasar saham dalam jumlah yang besar.

Baca juga: Indosurya: Ini Momentum Beli, Menu Sahamnya dari UNVR hingga WIKA

“Hal ini direspon pasar dengan negatif ke pasar saham. Padahal, kondisi ekonomi Indonesia masih sangat positif, didukung lagi kinerja emiten yang baik pada Kuartal I 2022. Namun, pasar punya persepsi sendiri sehingga pasar saham cenderung ikut turun,” ungkap Reza yang juga analis senior CSA Research institute kepada Investor Daily, Selasa (10/5/2022).

Reza menambahkan, dengan kondisi ekonomi Indonesia yang mulai membaik hal ini diperkirakan membuat IHSG berpotensi rebound bisa lebih cepat. Namun, dibalik kondisi saat ini biasanya saham blue chip mengalami terdiskon karena mengalami penurunan terbesar. Alhasil, bisa menjadi saham pilihan.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: Pantau Saham-saham Bank Besar dan Komoditas

Sedangkan saham-saham blue chip yang telah terdiskon besar adalah sektor consumer ada UNVR dan ICBP. Keduanya sudah mulai bergerak naik. Untuk saham sektor energi, sektor batubara bergerak positif, seperti ADRO, ITMG, ANTM, PPRO. Sedangkan pada sektor perbankan ada BBRI dan BBNI.

“Meski asing terlihat keluar dalam jumlah besar, namun penurunan IHSG sudah jauh berkurang dari dari minus 319an poin menjadi minus 89an poin. Bahkan, sejumlah saham-saham market cap besar mulai diakumulasi bertahap (Net buy stock's by foreigners). Jadi, sebelum asing duluan buy, kita cicil buy bertahap,” tutup Reza.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com