Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) OK Bank, Rabu (11/5), memutuskan pengangkatan Sondang Martha Samosir sebagai Komisaris menggantikan Andre Mirza Hartawan. Pengangkatan setelah  mendapat persetujuan OJK.

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) OK Bank, Rabu (11/5), memutuskan pengangkatan Sondang Martha Samosir sebagai Komisaris menggantikan Andre Mirza Hartawan. Pengangkatan setelah mendapat persetujuan OJK.

Kredit Tumbuh 28,36%, OK Bank Bidik Rights Issue Rp 500 Miliar di kuartal III-2022

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:09 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank menargetkan penerbitan saham baru (rights issue) dengan target dana Rp 500 miliar pada kuartal III-2022. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk penguatan struktur permodalan perseroan.

Wakil Direktur Utama Hendra Lie mengatakan, penambahan modal melalui skema rights issue sebesar Rp 500 miliar akan digelar pada kuartal III-2022, karena OK Bank menggunakan laporan keuangan Juli 2022.

“Kami berharap dana rights issue sudah masuk pada kuartal IV-2022, sehingga dapat digunakan untuk penguatan struktur modal dan ekspansi usaha perseroan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/5).

Baca juga:Genjot Kredit, OK Bank Bantu Pemulihan Ekonomi

Selain penerbitan saham baru, dia mengatakan, OK Bank akan tetap memfokuskan pengembangan usaha dan ekspansi kredit pada sektor- sektor yang memiliki potensi besar, namun memiliki tingkat risiko yang lebih terukur.

“Bank juga meningkatkan pengembangan layanan digital melalui sistem INOAN untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah dalam meningkatkan daya saing sekaligus membuka potensi pasar baru perseroan,” ucap Hendra.

Tahun lalu, Ok Bank mencatatkan kenaikan penyaluran kredit sebesar 28,36% menjadi Rp 5,51 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 4,29 triliun yang berimbas terhadap kenaikan laba bebrsih menjadi Rp 17,46 miliar. Raihan tersebut di atas target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2021 dan di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 25,28% menjadi Rp 3,96 triliun, dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp 3,16 triliun. Pertumbuhan DPK berasal dari dana murah (Current Account Saving Account/CASA) berupa giro dan tabungan yang mengalami kenaikan sebesar 13% dari Rp 629,29 miliar menjadi Rp 711,03 miliar.

Dia menambahkan, peningkatan penyaluran kredit membuat pendapatan bunga OK Bank melonjak 19,85% dari Rp 439,16 miliar menjadi Rp 526,34 miliar. Sedangkan beban bunga naik 7,88% dari Rp 190,20 miliar menjadi Rp 205,18 miliar. Hal ini mendorong pendapatan bunga bersih tumbuh 29,05% dari Rp 248,96 miliar menjadi Rp 321,17 miliar pada 2021.

Perseroan juga mampu menekan kredit bermasalah (NPL) dengan rasio gross sebesar 3,58%. Sedangkan NPL gross pada akhir 2020 sebesar dari 3,52%. Modal inti senilai Rp 2,88 triliun pada Desember 2021, naik 21,27% dari Rp 2,37 triliun di posisi yang sama 2020.

Baca juga:  OK Bank Gandeng Commerce Finance Salurkan Pinjaman ke Konsumen Shopee

OK BANK tetap menjaga kualitas kredit yang diberikan dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) berada pada level sangat aman, yaitu sebesar 50,88%. Margin Pendapatan Bunga Bersih (NIM) perseroan menjadi 5,09% dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 95,33% pada Desember 2021.

Pergantian Komisaris

Sementara itu, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan mengangkat Sondang Martha Samosir sebagai Komisaris menggantikan Andre Mirza Hartawan. Pengangkatan setelah mendapat persetujuan OJK.

Dengan demikian struktur dewan komisaris OK Bank terdiri atas Komisaris Utama Lim Cheol Jin, Komisaris Independen Sondang Martha Samosir. Dan Komisaris Independen Idham Aziz. Sedangkan dewan direksi terdiri atas Direktur Utama Park Young Man, Wakil Direktur Utama Hendra Lie, Direktur Kredit Kim Seongtaek, Direktur Operasional Joyo, dan Direktur Kepatuhan Efdinal Alamsyah.

Hingga 31 Desember 2021, APRO Financial Co, LTD merupakan Pemegang Saham Utama dan Pemegang Saham Pengendali Perseroan dengan kepemilikan 12.755.587.400 lembar saham atau setara dengan 90,47% saham perseroan.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com