Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Delta Dunia Makmur Tbk. Foto: Perseroan.

PT Delta Dunia Makmur Tbk. Foto: Perseroan.

Emiten Grup Northstar (DOID) Dapat Kontrak Gede dari Bowen Coking Coal di Australia

Rabu, 11 Mei 2022 | 14:35 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan milik Grup Northstar, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) via BUMA Australia Pty Ltd, segera memulai layanan penambangan baru untuk Bowen Coking Coal, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX), untuk proyek batu bara kokas semi keras Broadmeadow East.

Kontrak baru tersebut senilai Aus$ 320 juta atau setara Rp 3,2 triliun untuk jangka waktu tiga tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Proyek ini terletak 25 km timur laut dari kota Moranbah, di dalam Central Bowen Basin di Queensland.

BUMA Australia sendiri telah beroperasi di sekitar kawasan tersebut selama 14 tahun, di proyek Goonyella milik BHP Billiton dan Mitsubishi Alliance. Proyek ini akan memproduksi 4,8 Mtpa batu bara ROM selama empat tahun.

Baca juga: Diprediksi Tumbuh Pesat, Target Saham Delta Dunia (DOID) Direvisi Naik ke Rp 900

“Kinerja dan rekam jejak BUMA Australia telah memperkuat hubungan dengan klien kami yang sudah ada. Kekuatan bisnis perseroan memungkinkan kami untuk terus mencari kontrak-kontrak baru. BUMA Australia berhasil mengamankan kontrak kedua dalam lima bulan terakhir sejak akuisisi kami atas Downer Mining East pada Desember tahun lalu,” kata Presiden Direktur Delta Dunia Makmur Ronald Sutardja dalam keterangan tertulis.

Dia menegaskan, kontrak baru tersebut makin menyokong kehadiran BUMA Australia di Bowen Basin, dengan rekam jejak operasional selama lebih dari 10 tahun di tambang batu bara kokas Blackwater BMA, dan 14 tahun di tambang batu bara kokas Goonyella BMA.

Pada 22 Februari 2022, BUMA Australia telah mengumumkan perpanjangan kontrak baru senilai Aus$ 550 juta selama 5 tahun di tambang Blackwater milik BMA. Kontrak baru ini pun menegaskan strategi Delta Dunia untuk tetap berkomitmen menyediakan layanan pertambangan dari hulu ke hilir dan terus memperkuat lini bisnis di Indonesia dan Australia.

Adapun tahun 2021 menjadi tahun transformasi bagi DOID serta menjadi landasan atas fondasi yang kuat untuk pertumbuhan perseoran yang berkelanjutan. Pendapatan dan EBITDA masing-masing meningkat 51% dan 43% menjadi US$ 911 juta dan US$ 234 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Volume pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal (OB) dan produksi batu bara DOID meningkat masing-masing sebesar 16% dan 19% menjadi 326 juta BCM dan 54 juta ton batu bara (yoy).

Baca juga: Ini Target Harga Saham Bumi Resources (BUMI) Menurut Konsensus Bloomberg...

Perseroan menambahkan lebih dari 880 juta BCM overburden removal dan lebih dari 119 juta ton produksi batu bara ke dalam buku pesanannya melalui kontrak baru dan perpanjangan kontrak (tidak termasuk kontrak yang diumumkan pada 2022).

Perseroan juga telah menyelesaikan akuisisi Downer Mining East, kontraktor pertambangan Tier 1 Australia, yang meningkatkan BCM dan pendapatan tahunan perseroan hingga sekitar 50%.

DOID pun memulai diversifikasi komoditas melalui akuisisi 15,4% saham Asiamet Resources dengan portofolio proyek tembaga dan polimetalik di Indonesia.

Sementara itu, perseroan secara aktif mengelola posisi pendanaannya, dengan lebih dari 60% kewajibannya jatuh tempo pada 2026 atau lebih.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com