Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi Unilever Indonesia.

Foto ilustrasi Unilever Indonesia.

Unilever (UNVR) Masuk 10 Besar Lagi, Geser Emtek (EMTK)

Kamis, 12 Mei 2022 | 22:49 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali masuk daftar 10 besar kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah sempat terpental. Unilever menggeser PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek.

Pada perdagangan Kamis (12/5/2022), market cap saham Unilever mencapai Rp 179 triliun atau di posisi 8. Sedangkan Emtek yang sempat di posisi 8, tersingkir dari 10 besar.

Unilever kini mendekati PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di posisi 7 dengan market cap senilai Rp 214 triliun. Adapun di bawah Unilever adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan market cap sebesar Rp 151 triliun atau di posisi 9. Sedangkan posisi 10 adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market cap senilai Rp 148 triliun.

Baca juga: Perkuat Data Center, Indosat (ISAT) dan BDX Asia Patungan Rp 3,3 Triliun

Masih berdasarkan data BEI, posisi 1 tetap ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap mencapai Rp 888 triliun.

Kemudian, di posisi 2 hingga 6 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 648 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 426 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 364 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 277 triliun, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 246 triliun.

BEI, Kamis (12/5/2022).
BEI, Kamis (12/5/2022).

Prospek UNVR

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham Unilever Indonesia (UNVR) menjadi Rp 5.500 dari sebelumnya Rp 4.300. Saham emiten consumer goods ini dipertahankan dengan rekomendasi beli.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya menyebutkan, revisi naik target harga tersebut mempertimbangkan penguatan hampir seluruh divisi bisnis perseroan, seperti divisi Beauty and Personal Care (BPC) yang mulai menunjukkan pertumbuhan penjualan solid dan diikuti divisi Foods & Refreshments (F&R).

Baca juga: Emiten Grup Sinar Mas (DSSA) Ungkap Efek dari Akuisisi Dampier Coal di Australia

Sedangkan peningkatan biaya produksi akibat peningkatan harga bahan baku, menurut dia, menjadi ancaman terhadap kinerja keuangan. Namun, berlanjutnya efisiensi biaya, jaringan distribusi yang kuat seluruh Indonesia, dan bersamaan dengan penghematan biaya CSA dan ETS diharapkan mampu untuk meredam peningkatan harga bahan baku tersebut.

Tren membaiknya kinerja keuangan, ungkap dia, ditunjukkan keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan penjualan pada kuartal I-2022 atau pertumbuhan pertama setelah Indonesia dilanda Covid-19. Berdasarkan data segmen BPC mencetak peningkatan penjualan 6,7% yang didukung peningkatan penjualan produk perawatan mulut dan kulit.

Terkait tekanan dari harga bahan baku, menurut dia, memang bisa berimbas terhadap penurunan margin keuntungan perseroan. Hanya saja sejumlah langkah yang telah dilakukan, seperti efisiensi biaya, dengan target penghematan mencapai 7-9% atau lebih tinggi dari target semula 4-5% sepanjang tahun ini, diharapkan berdampak terhadap kinerja keuangan perseroan.

Inisiatif efisiensi biaya mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target pendapatan UNVR tahun ini menjadi Rp 41,12 triliun dengan perkiraan laba bersih dinaikkan menjadi Rp 6,5 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan tahun 2023 direvisi meningkat menjadi Rp 43,38 triliun dengan target laba bersih senilai Rp 6,65 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN