Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi token LUNA

ilustrasi token LUNA

Blockchain Terra Kembali Produksi, Harga LUNA Tinggal Rp 100-an, Apa Penyebabnya?

Jumat, 13 Mei 2022 | 10:13 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Blockchain Terra telah melanjutkan produksi blok dengan penggabungan kode baru. Meski begitu harga LUNA tetap tertekan. Sebelumnya, validator blockchain Terra telah menghentikan sementara aktivitas jaringan pada hari Kamis (12/5/2022) malam sekitar pukul 23.20 WIB. Langkah ini diambil untuk mencegah serangan tata kelola setelah devaluasi parah token LUNA. Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi jaringan Terra @terra_money. Akun tersebut membuat cuitan yang menyatakan bahwa jaringan blockchain dihentikan pada ketinggian blok 7.603.700.

Terlepas dari adanya berbagai upaya dari pihak Terra untuk mengendalikan masalah yang tengah mereka alami, nampaknya upaya tersebut masih belum membuahkan hasil juga.

Sementara itu, pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99%. Dalam posting blog hari Kamis, Binance mengatakan akan mengambil “tindakan pencegahan” di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

Baca juga: Pengumuman! Tokocrypto Resmi Hapus Token LUNA dan UST/USDT Pagi Ini

Hal itu juga telah diberlakukan oleh pedagang kripto di Indonesia. Sebut saja, PINTU yang sudah menghentikan perdagangan LUNA karena sudah mencapai Rp 10. Begitupula dengan Tokocrypto yang menyatakan pairing token LUNA/BNB, LUNA/BIDR, LUNA/BTC, LUNA/USDT dan UST/USDT dihapus dan dihentikan transaksinya pada 13 Mei 2022 pukul 07.40 WIB dan UST/USDT dihentikan pada pukul 08.30 WIB.

Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya. Harga LUNA terpelanting sangat jauh dari harga tertingginya di bulan lalu. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5/2022) pukul 10.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada US$ 0,007543  atau setara Rp 146,97 dengan market cap sebesar US$ 49,25 miliar. Sedangkan, dalam kurun waktu sekitar satu bulan LUNA ambruk sekitar 98% dari harga tertingginya di level US$ 119 atau setara Rp 1,73 juta.

Baca juga: Harga Token LUNA Anjlok dari Rp 1,7 Juta ke Rp 1.000-an dalam Sebulan, 8 Orang Bunuh Diri

Sementara itu, dikutip dari nanovest.io menjelaskan ada tiga faktor ambruknya harga LUNA. Pertama, UST (TerraUSD) yang merupakan token berbasis nilai US$ 1 besutan Terra folds yang juga menaungi LUNA berencana membeli Bitcoin (BTC) senilai US$ 10 miliar sebagai basis stabilitas stablecoin tersebut dan juga sebagai dana cadangan LFG (Luna Foundation Guard) yang menaungi LUNA. Akan tetapi, nilai BTC yang terus menurun menyebabkan harga patokan USD dari UST mengalami penurunan hingga US$ 0,2 untuk 1 UST, juga menyebakan kekhawatiran investor akan stabilitas LUNA dan UST.

Kedua, turunnya nilai UST ini menyebabkan panic selling para hodler LUNA karena dianggap akan mempengaruhi nilai LUNA yang juga di bawah naungan Terra Fold. Ketiga, dengan banyaknya panic selling yang dilakukan hodler LUNA, menyebabkan demand LUNA semakin menurun sehingga nilainya pun terus menurun.

Di sisi lain, CEO Terra Fold telah menyampaikan pernyataan tentang upaya pemulihan UST milik mereka yaitu dengan mencetak lebih banyak LUNA per harinya.

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN