Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi minyak
sumber: Antara

ilustrasi minyak sumber: Antara

Sejumlah Sentimen Positif Dukung Minyak Bergerak Bullish

Jumat, 13 Mei 2022 | 13:57 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Riset ICDX menyebut, harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak bullish. Hal ini didukung sejumlah sentimen positif antara lain laporan IEA, pembatalan kontrak sewa minyak dan gas di AS, serta eskalasi gangguan pasokan gas di Eropa. Meski demikian, pemangkasan proyeksi dari OPEC membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Dalam sebuah laporan yang dirilis hari Kamis, International Energy Agency (IEA) memproyeksikan produksi minyak Rusia akan mengalami penurunan hampir 3 juta bph mulai bulan Juli, atau sekitar tiga kali lebih banyak dari level produksi saat ini, jika sanksi embargo minyak benar-benar diberlakukan. IEA juga menambahkan dengan peningkatan produksi di Timur Tengah dan AS, serta perlambatan pertumbuhan permintaan yang dipicu oleh kebangkitan kembali Covid di Tiongkok, diharapkan akan dapat menutupi defisit pasokan dari Rusia tersebut.

Advertisement

Baca juga: Perbankan Jangan Abaikan Prudential Banking Pendanaan Tambang Batubara

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Presiden AS Joe Biden membatalkan 3 kontrak sewa minyak dan gas, dimana 1 kontrak untuk pengeboran minyak di Cook Inlet Alaska dan dua sewa di Teluk Meksiko. “Keputusan dari Biden tersebut meningkatkan kekhawatiran akan kondisi pasokan di pasar yang sudah ketat sejak konflik Ukraina serta ditambah dengan potensi tidak tercapainya kebijakan perilisan cadangan minyak dalam skala besar yang diumumkan pada bulan April lalu bersama negara-negara anggota IEA,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Jumat (13/5/2022).

Dari Eropa, Finlandia berpotensi menyusul Polandia dan Bulgaria untuk dihentikan pasokan gasnya oleh Rusia pasca Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin pada hari Kamis mengatakan Finlandia akan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi NATO sesegera mungkin, ungkap surat kabar lokal Iltalehti pada hari Kamis.

Baca juga: Bertumbuh Lampaui Ekspektasi, Bagaimana Prospek Saham PGAS?

Turut menambah peningkatan gangguan pasokan gas ke Eropa lebih lanjut, Ukraina menegaskan tidak akan membuka kembali rute transit gas Sokhranovka dari Rusia ke Eropa sampai Kyiv memperoleh kendali penuh atas sistem perpipaannya, ungkap kepala operator GTSOU pada hari Kamis.

Sementara itu, OPEC pada hari Kamis merevisi turun perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak tahun ini, dengan mempertimbangkan efek dari pembatasan akibat Covid serta ketegangan geopolitik. OPEC memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 3,5% pada tahun 2022, dibandingkan perkiraan sebesar 3,9% yang dirilis bulan lalu. Untuk permintaan minyak global tahun ini akan meningkat sebesar 3,4 juta bph atau turun 300 ribu bph dari proyeksi yang dirilis bulan lalu.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$100 per barel,” tutup tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN