Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan usaha PT Indika Energy Tbk (INDY). (Foto: Perseroan)

Salah satu kegiatan usaha PT Indika Energy Tbk (INDY). (Foto: Perseroan)

Terungkap, Rincian dari Ambisi Besar Indika Energy (INDY)

Jumat, 13 Mei 2022 | 20:22 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) terus melakukan transformasi bisnis secara besar-besaran demi mencapai ambisi keberlanjutan perseroan, yaitu 50% pendapatan dari bisnis non-batu bara pada 2025 dan net-zero emissions pada 2050.

Dalam materi perseroan terungkap bahwa pengembangan usaha berkelanjutan di Indonesia menjadi masa depan Indika Energy. Sebelumnya, Indika Energy menjalankan bisnis di seluruh rantai nilai batu bara.

Baca juga: Minta Restu Pemegang Saham, Indika (INDY) akan Divestasi Petrosea US$ 146,58 Juta

Adapun portofolio baru Indika Energy saat ini meliputi lima sektor, yaitu logistik & infrastruktur (aset logistik, jasa EPC, infrastruktur, penyimpanan bahan bakar), mineral (emas, metal, dan mineral lainnya), bisnis hijau (energi terbarukan, kendaraan listrik, solusi alam), digital ventura (transformasi digital dan analitik), dan lain-lain (inkubasi bisnis untuk pengembangan bisnis baru).

Sumber: Indika Energy.
Sumber: Indika Energy.

Sedangkan Indika Energy “dulu” menjalani tiga sektor, yaitu sumber daya energi (eksplorasi lapangan untuk sumber daya, produksi, dan perdagangan batu bara), jasa energi (jasa kontrak penambangan batu bara dan EPC di minyak & gas), dan infrastruktur energi (pembangkit listrik tenaga batu bara).

Lebih rinci mengenai portofolio baru, INDY melalui Interport membangun dan mengoperasikan terminal penyimpanan bahan bakar secara eksklusif untuk ExxonMobil. Lokasinya di Balikpapan, Kariangau, Kalimantan Timur. Kapasitas penyimpanan 96 juta liter. Beroperasi sejak November 2020. Kontribusi EBITDA US$ 12-18 juta per tahun.

Baca juga: Garap Baterai Kendaraan Listrik Rp 85 T, CATL Bentuk JV dengan Antam (ANTM) dan IBC

Perseroan juga mengembangkan proyek infrastruktur strategis, yaitu pelabuhan dengan layanan rantai pasokan terintegrasi pertama di Indonesia. Pada 30 Desember 2020, Kementerian Perhubungan telah menunjuk konsorsium Patimban sebagai operator dari pelabuhan Patimban. Indika Energy bergabung di dalam konsorsium melalui Indika Logistic & Support Services (ILSS) dengan kepemilikan 29% saham.

Lokasi proyek itu di Patimban, Subang, Jawa Barat. Skema proyek procure-operate-transfer. Periode konsesi selama 40 tahun (2021-2061). Kapasitas 3,75 juta TEU untuk terminal kontainer dan 600.000 CBU untuk terminal mobil. Status terakhir untuk terminal mobil dengan kapasitas sebesar 218.000 CBU sudah beroperasi pada akhir 2021.

Kemudian, di bisnis mineral, INDY melalui Nusantara Resources memiliki investasi strategis di proyek emas Awak Mas. Lokasi di Sulawesi Selatan, 220 km dari Makassar. Potensi sumber daya 2,29 juta ounce. Potensi cadangan 1,45 juta ounce. Perizinan COW (Contract of Work). Total area konsesi 14.390 ha, area tereksplorasi ± 2.000 ha. Status progres adalah FEED. Definitive feasibility study telah selesai di 2018. Kepemilikan total 100%. Tahap Produksi awal 2025.

Selanjutnya untuk tenaga surya, INDY bermitra dengan Fourth Partner Energy, perusahaan panel tenaga surya terdepan asal India, untuk mendirikan perusahaan tenaga surya terintegrasi bernama Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) dengan kepemilikan 51%.

EMITS akan memberikan solusi energi terbarukan untuk komersial dan sektor industri di Indonesia. EMITS berencana memasang panel tenaga surya sebesar 500 MW (capex & opex) pada 2025 dan fokus pada pangsa pasar PLN serta komersial & industrial. Saat ini sudah mendapatkan kontrak sebesar 40 MW.

Baca juga: Pertamina, Gojek, TOBA, WIKA, Gogoro Kompak Kembangkan Ekosistem Motor Listrik

Lalu, untuk kendaraan listrik, INDY melalui PT Electra Mobilitas Indonesia akan mengembangkan potensi kendaraan listrik roda dua di Indonesia, termasuk industri baterai dan infrastruktur. INDY telah menandatangani MoU bersama dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Hon Hai Precision Co Ltd (Foxconn), dan Gogoro Inc untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Target launching produk motor listrik pada kuartal III-2022.

Berikutnya, INDY melalui Indika Multi Properti mempunyai konsesi hutan tanaman industri lebih dari 170 ribu ha dari 4 konsesi hutan. Perseroan memiliki rencana untuk mengembangkan wood pellet untuk biomass dan carbon offset. Target output tahunan pada 2025 untuk biomass/wood pellets sebanyak 650-700 Ktons, sedangkan carbon offset 550-600 Ktons CO2e.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN