Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham. (Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)

Investor memantau pergerakan saham. (Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)

Ini Target Realistis IHSG Tahun 2022

Selasa, 17 Mei 2022 | 07:31 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir 2022 diyakini mampu mencapai level 7.600 sebagai target yang realistis. Sementara itu, selama pekan lalu, IHSG anjlok 8,73% ke level 6.597,9 dari 7.228,9 pada pekan sebelumnya.

Dengan demikian, IHSG masih memiliki peluang pertumbuhan sebesar 15,1%. Target realistis itu diungkapkan oleh Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, yang sebelumnya juga memprediksi terjadinya Sell in May and Go Away tahun ini.

Advertisement

“Akhir 2022, level 7.600 untuk target realistis (IHSG),” kata Nafan kepada Investor Daily.

Sementara itu, selama pekan ini, dia memprediksi IHSG akan bergerak mixed to higher, karena sebelumnya telah mencapai area jenuh jual (oversold). Adapun sentimen yang bakal memengaruhi indeks pekan ini, antara lain rilis data neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang diprediksi surplus.

Baca juga: Soal Nasib Pasar Saham Pekan Ini, Begini Skenarionya...

“Hingga akhir Mei 2022, semestinya (IHSG) masih bergerak fluktuatif karena pelaku pasar akan wait and see terkait hasil keputusan RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI,” sambung Nafan.

Dia pun yakin dana asing akan kembali mengalir deras ke pasar saham Indonesia, seiring rilis data ekonomi makro Indonesia yang menunjukkan hasil positif. Neraca dagang dan transaksi berjalan diperkirakan surplus berkat meningkatnya ekspor non-migas, yang disertai tren kenaikan harga komoditas.

Merujuk catatan Mirae Asset Sekuritas, transaksi jual bersih (net sell) saham oleh investor asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 9,1 triliun. Meski demikian, asing masih mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 27,4 triliun dalam sebulan terakhir.

“Kenaikan harga komoditas masih terus terjadi karena invasi Rusia terhadap Ukraina menciptakan disrupsi rantai pasok. Jadi, semestinya ini bisa memberikan katalis positif terhadap foreign net buy ke depan,” tutur dia.

Baca juga: IHSG dalam Volatilitas Tinggi, Sampai Kapan? Berikut Prediksinya

Optimisme tersebut didukung oleh fundamental ekonomi makro Indonesia, yang menurut Nafan, masih tergolong solid. Hal ini dipercaya bakal mendorong net buy asing, walau kemungkinan net sell masih terbuka lebar akibat sentimen negatif dari eksternal.

“Kalau pemerintah mampu menjaga stabilitas fundamental ekonomi yang solid, saya pikir net sell asing hanya bersifat temporer. Sebab masih ada emiten yang belum merilis kinerja kuartal I-2022, jadi sebenarnya ini masih bisa dicermati para pelaku pasar,” terang dia.

Khusus pekan ini, Nafan merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham-saham di sektor barang baku, kesehatan, keuangan, industri, barang konsumen primer, transportasi, infrastruktur, dan energi. (C02)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN