Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Naik Didorong Optimisme Permintaan Tiongkok

Selasa, 17 Mei 2022 | 05:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari keempat berturut-turut di tengah optimisme bahwa Tiongkok akan melihat pemulihan permintaan yang signifikan setelah tanda-tanda positif bahwa pandemi virus corona surut di daerah yang paling terpukul.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terangkat US$ 2,9 atau 2,4 %, menjadi menetap di US$ 114,24 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni bertambah US$ 3,71 atau 3,4%, menjadi ditutup di US$ 114,20 dolar AS per barel.

Shanghai bertujuan untuk membuka kembali secara luas dan memungkinkan kehidupan normal dilanjutkan untuk 25 juta orang di kota itu mulai 1 Juni, seorang pejabat kota mengatakan pada Senin (16/5/2022), setelah menyatakan bahwa 15 dari 16 distriknya telah menghilangkan kasus di luar area karantina.

Namun, diperkirakan 46 kota di Tiongkok berada di bawah penguncian, memukul belanja, produksi pabrik dan penggunaan energi.

Baca juga: Ini Target Realistis IHSG Tahun 2022

"Kami melihat banyak sinyal bahwa permintaan akan mulai kembali di wilayah itu, mendukung harga yang lebih tinggi," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho dikutip dari Antara, Selasa (17/5/2022).

Sejalan dengan penurunan produksi industri yang tidak terduga, Tiongkok memproses 11% lebih sedikit minyak mentah pada April, dengan throughput harian terendah sejak Maret 2020.

Bensin berjangka AS kembali ke level tertinggi sepanjang masa pada Senin (16/5/2022), karena penurunan stok memicu kekhawatiran pasokan.

"Harga minyak akan tetap bullish, terutama kontrak jangka pendek WTI, karena harga bensin AS terus naik di tengah melemahnya impor produk minyak dari Eropa," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities.

Baca juga: Saham Asia dan Harga Minyak Jatuh Menyusul Kekhawatiran Resesi Tiongkok

Harga minyak juga mendapat dukungan karena para diplomat dan pejabat Uni Eropa menyatakan optimisme akan mencapai kesepakatan tentang embargo bertahap minyak Rusia meskipun ada kekhawatiran tentang pasokan di Eropa timur.

Austria mengharapkan Uni Eropa untuk menyetujui sanksi dalam beberapa hari mendatang, Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg mengatakan itu pada Senin (16/5/2022).

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan Uni Eropa akan membutuhkan beberapa hari lagi untuk menemukan kesepakatan.

"Dengan larangan yang direncanakan oleh Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan peningkatan lambat dalam produksi OPEC, harga minyak diperkirakan akan tetap dekat dengan level saat ini di dekat US$ 110 per barel," kata Naohiro Niimura, mitra di Market Risk Advisory.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN