Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, Foto: perseroan

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, Foto: perseroan

Jual Data Center, Begini Dampak terhadap Laba Indosat (ISAT)

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:48 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) melalui anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta dan PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT), telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd. Perjanjian tersebut berupa akuisisi tiga data center milik Indosat senilai Rp 3,3 triliun.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Indosat memiliki tiga data center di bawah Lintasarta dengan luas 5,000m2 yang diakuisisi dengan biaya kurang dari Rp 1,15 triliun. Aksi tersebut akan berdampak signifikan terhadap keuntungan perseroan, namun pihaknya belum menyebutkan potensi keuntungan yang diraih dari aksi tersebut. “kami memperkirakan keuntungan dari transaksi tersebut akan cukup besar bagi Indosat,” tulisnya dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Advertisement

Baca juga: Perkuat Data Center, Indosat (ISAT) dan BDX Asia Patungan Rp 3,3 Triliun

Indosat dengan BDX Asia kemudian akan menekan perjanjian komersial dan operasional, yang memungkinkan para pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center terkemuka di Indonesia. “Estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp 3,3 triliun. Ketika rencana transaksi diselesaikan, setelah memenuhi syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan diungkapkan kepada OJK sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material,” kata Corporate Secretary Indosat Billy Nikolas Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Rekomendasi Beli

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset saham Indosat yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa raihan laba bersih perseroan senilai Rp 44 miliar pada kuartal I-2022 sudah sesuai harapan atau telah menggambarkan peluang berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan dari aktivitas operasional sepanjang tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan bahwa ISAT telah menunjukkan dampak positif dari merger dengan Hutchison, seperti penurunan personnel cost menjadi 6,6% dari pendapatan, dibandingkan kuartal IV-2021 sebesar 7,2%. Angka tersebut memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan personnel costs ISAT sendiri mencapai 6,2% pada kuarta I-2021.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, Indosat, IM3, dan Hutchison berhasil memperkuat bran. Perseroan juga berhasil mengoptimalkan dua jaringan berbeda, peluang negosiasi ulang kontrak dengan perusahaan menara telekomunikasi setelah penggabungan tersebut. Hal ini diharapkan berdampak terhadap penurunan biaya perseroan. “Tidak hanya itu, merger tersebut juga membawa banyak dampak positif bagi perseroan, seperti penguatan bisnis data center dan pengembangan bisnis digital,”terangnya.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga direvisi naik dari Rp 7.200 menjadi Rp 8.000. Target tersebut juga mempertimbangkan laba bersih perseroan senilai Rp 286 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 6,75 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan diperkirakan melonjak dari Rp 31,38 triliun menjadi Rp 44,90 triliun.

Baca juga:Cetak Laba Bersih, Target Harga Saham Indosat (ISAT) Direvisi Naik

Pandangan positif terhadap saham ISAT juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Mereka menyebutkan bahwa Indosat berhasil mencetak pertumbuhan kinerja keuangan sesuai ekspektasi hingga kuartal I-2022. Pertumbuhan tersebut diprediksi berlanjut hingga akhir tahun, apalagi adanya upaya perseroan untuk memperkuat sinergi dan efisiensi biaya melalui konsolidasi internal.

Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 8.000. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan biaya tarif oleh sejumlah perusahaant elekomunikasi, makin sehatnya kompetisi, dan penguatan ekonomi.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN