Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Hati-hati, Rupiah Punya Potensi ke Rp 15.000 Per Dolar AS

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:52 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (17/5/2022) pagi menguat 68 poin atau 0,46% ke posisi Rp14.629 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.697 per Dolar AS. 

Sedangkan, indeks Dolar AS melemah pada Senin (16/5/2022) setelah mencapai puncaknya dalam 20 tahun pekan lalu, dengan ekonomi global menjadi fokus setelah data ekonomi yang lemah dari Tiongkok menyoroti kekhawatiran tentang prospek perlambatan global. 

Indeks Dolar terakhir turun 0,37% pada 104,16, setelah sempat melintasi level 105 pada hari Jumat, level tertinggi sejak Desember 2002, setelah enam minggu berturut-turut naik. Data posisi mingguan menunjukkan bahwa investor telah membangun taruhan dolar panjang mereka.

Baca juga: Dolar Jatuh, Ekonomi Global Jadi Fokus

Sementara itu, langkah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed) yang telah menaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1% pada Mei 2022 yang diikuti oleh bank sentral negara-negara lain diprediksi bisa mengancam nilai tukar mata uang banyak negara, termasuk Indonesia. Bank Indonesia (BI) pun juga telah memberi isyarat untuk segera menaikan suku bunga acuannya yang telah tertahan di level 3,5% selama 14 bulan beruntun.

"Dengan kondisi ekonomi global yang terus bermasalah dan inflasi yang tinggi membuat bank sentral global menaikan suku bunga, ini akan berpengaruh terhadap pelemahan mata uang Rupiah. Ada kemungkinan Rupiah akan melemah di Rp 15.000 per Dolar AS," ucap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dikutip Senin (17/5/2022).

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN