Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna

Pasar Saham Ambles, BEI Nyatakan Tak Ada Yang Mundur IPO

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:53 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 8,73% dan kapitalisasi pasar bursa turun 7,23% sepanjang pekan lalu, namun animo calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tetap besar.

Hal itu kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna nampak dari jumlah pipeline IPO yang masih ada sebanyak 38 hingga 10 Mei 2022 lalu. Di mana, dalam kondisi ini tidak ada yang menyatakan untuk mundur go public.

“Sampai dengan tanggal 10 Mei 2022, terdapat 38 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham. Sampai saat ini, perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham bursa tersebut merupakan perusahaan yang masih dalam proses IPO (on schedule),” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Total Emisi Obligasi dan Sukuk di BEI Sepanjang 2022 Capai Rp 57,39 T

Bahkan, kata Nyoman, berdasarkan catatan BEI, sampai dengan tanggal 13 Mei 2022, dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu, jumlah perusahaan yang melakukan penundaan IPO relatif berkurang.

“Kami berharap seluruh perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham, dapat segera mencatatkan sahamnya di bursa,” ungkapnya.

Tambah Nyoman, perusahaan yang telah merencanakan IPO dan telah menyampaikan dokumen pernyataan pendaftaran maupun permohonan pencatatan, dipastikan telah merencanakan rencana tersebut dengan matang. “Kami berharap, perusahaan yang berencana IPO dapat merealisasikannya sesuai rencana,” pungkasnya.

Baca juga: IPO Terbesar di India Turun 7% Setelah Debut

Sementara itu, ia menilai penundaan IPO bisa terjadi yang dipicu berbagai faktor, baik faktor internal perusahaan maupun faktor eksternal perusahaan. Faktor eksternal perusahaan diantaranya adalah kondisi pasar modal yang kurang kondusif, perubahan peraturan, dan lain-lain. Sedangkan faktor internal perusahaan misalnya perusahaan memperoleh investor strategis yang dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan, restrukturisasi group perusahaan.

“Dalam hal kondisi ekonomi maupun pasar modal sudah relatif kondusif, kami memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menyampaikan kembali permohonan pencatatan kepada Bursa,” kata Nyoman.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN