Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)

Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)

Jualan Moncer, Pendapatan Ciputra Development (CTRA) Naik 20,54% di Kuartal I

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:22 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan pendapatan sebesar Rp 2,23 triliun sepanjang kuartal pertama 2022. Jumlah itu melesat 20,54% atau Rp 1,85 triliun pada periode yang sama tahun 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan terungkap, bahwa melesatnya pertumbuhan itu ditopang oleh segmen kavling, rumah hunian dan ruko jadi penyumbang terbesar pendapatan yakni sebanyak Rp 1,50 triliun. Segmen ini bertumbuh pesat dari sebelumnya menyumbang Rp 921,62 miliar di kuartal pertama 2021. Segmen hotel dan lapangan golf juga membukukan kenaikan pemasukan pendapatan 84,25% dan 19,01% menjadi Rp 132,13 miliar dan Rp 10,33 miliar.

Namun kinerja yang positif ini tidak diikuti oleh segmen kantor dan apartemen yang justru mencatatkan penurunan masing-masing 45,69% dan 30,95% atau Rp 159.34 miliar dan Rp 128,93 miliar terhadap total pendapatan tiga bulan pertama di 2022. Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan usaha dari segmen rumah sakit, pusat niaga, sewa kantor yang masing-masing mengalami penurunan kontribusi 23,93%, 4,99% dan 4,36%. 

Lebih lanjut beban pokok pendapatan pada periode ini tercatat Rp 1,14 triliun lebih tinggi dari periode sebelumnya Rp 920,93 miliar. Dengan begitu laba kotor yang diperoleh CTRA pada kuartal pertama 2022 juga menjadi lebih besar yakni Rp 1.09 triliun dari sebelumnya Rp 920,80 miliar. 

Baca juga: BNI Sekuritas: IHSG Rawan Koreksi, Pantau UNVR, BBNI, CTRA, ACES

Meski beban dan pendapatan dari beberapa segmen mengalami penurunan, laba periode berjalan justru meningkat 43,91% menjadi Rp 473,24 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 328,85 miliar. Dengan begitu laba per saham emiten pengembang properti ini juga meningkat menjadi Rp 23 per saham dari Rp 13 per saham. 

Sementara itu, per Maret 2022 total aset dari CTRA tercatat sebanyak Rp 40,81 triliun naik tipis dari total aset per Desember 2021 sebanyak Rp 40,66 triliun. Total aset ini terdiri dari aset lancar Rp 21,93 triliun dan aset tidak lancar Rp 18,88 triliun. Adapun total liabilitas CTRA saat ini berjumlah Rp 20,97 triliun, menurun 1,41% dari Rp 21,27 triliun. 

Analis RHB Sekuritas Shelly Setiadi memproyeksikan tingginya raihan pra-penjualan dan juga strategi diversifikasi produk jadi kunci dari pengembang properti Ciputra Development untuk catatkan kinerja yang lebih baik pada tahun ini. 

Proyeksi kinerja itu akan ditopang oleh kebijakan relaksasi PPN dari pemerintah dan menyumbang 30% dari presales selama kuartal III-2021. Namun demikian, perseroan optimis jikalau kebijakan relaksasi itu akan berakhir pada tahun ini, presales akan terus tumbuh pada tahun 2022.

Baca juga: Indosurya: IHSG Berpotensi Sideways, UNVR hingga CTRA Masuk Menu Saham Pilihan

Katalis positif kinerja CTRA juga datang dari hasil akuisisi 15% saham dari PT Megapolitan Land Tbk (MTLA) sebagai perusahaan pengembang real estate dan juga pusat perbelanjaan dengan land bank mencapai 600 Ha. Dalam aksi ini perseroan merogoh kocek hingga Rp 367 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan perseroan agar dapat memperluas jangkauan pasar di Jakarta Timur.

Di sisi lain, pundi-pundi CTRA akan dipertebal oleh lini bisnis kesehatan yang memberikan potensi yang besar. Menurut Shelly segmen rumah sakit saat ini bertumbuh sangat cepat yakni 94% meskipun hanya menyumbang sebesar 8% dari total pendapatan dari perseroan. Namun demikian, RHB mengharapkan pendapatan dari segmen ini akan terus berkembang sejalan dengan rencana pengembangan rumah sakit lainya yang berlokasi di Surabaya, Medan, Cibubur dan juga Sentul. 

Dengan demikian, RHB Sekuritas merekomendasikan pertahankan beli dengan target harga Rp 1,500 dengan potensi return 32% sejalan dengan tingginya raihan pra penjualan dan juga diversifikasi produk perumahan serta peningkatan investasi yang dilakukan oleh perseroan. 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN