Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor kawakan Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Investor kawakan Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Masih Adakah Saham Mercy Harga Avanza? Lo Kheng Hong Bilang Begini

Rabu, 18 Mei 2022 | 17:30 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Banyak investor milenial yang ragu bahwa investasi saham dengan konsep value investing masih bisa diterapkan di pasar modal saat ini.

Namun, investor kawakan Lo Kheng Hong meyakini value investing tetap masih relevan sampai dengan saat ini. Menurut dia, mereka yang bilang value investing sudah tak relevan lagi adalah orang-orang yang mungkin tidak memiliki saham.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Diversifikasi Hanya untuk Lindungi Ketidaktahuan

“Itu kan kata orang sulit. Tapi buat saya masih jalan sampai sekarang seperti itu. Biasanya yang ngomong begitu yang gak punya saham. Andai kata punya, sahamnya hanya sedikit,” terang Lo Kheng Hong dalam SPOD yang disiarkan di kanal YouTube Syailendra Capital dikutip Rabu (18/5/2022).

Lo Kheng Hong menilai, orang yang sahamnya banyak, tak akan bicara bahwa value investing sudah tak relevan lagi.

“Tapi orang yang saham nya banyak gak ngomong seperti itu. Tetap dia value investing masih berjalan. Beli Mercy harga Avanza, menunggu sampai dia balik ke Mercy lagi. Saya rasa, value investing masih berjalan. Kalau dia mengatakan tidak berjalan, biasanya sahamnya sedikit atau gak punya saham,” tegas Lo Kheng Hong.

Baca juga: Mitra Pinasthika (MPMX) Siap Tebar Dividen Rp 180 per Saham, Saratoga (SRTG) Dapat Berapa?

Lo Kheng Hong menekankan, selalu ada peluang untuk mendapatkan saham Mercy harga Avanza saat ini, meskipun memang tidak sebanyak saat indeks harga saham gabungan (IHSG) masih di sekitar level 4.000.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN