Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo  dalam Webinar KebangkitanUMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional, Senin (18/1).

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam Webinar KebangkitanUMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional, Senin (18/1).

Perkuat Kinerja, BSI (BRIS) Diminta Genjot Aksi Korporasi

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:43 WIB
Novy Lumnauw (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Kementerian BUMN mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI untuk terus melanjutkan aksi korporasi guna memperkuat kinerja bank syariah terbesar di Tanah Air.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko mengatakan, pemerintah sedang membicarakan struktur kepemilikan emiten berkode saham BRIS itu. Sebelumnya, diberitakan bahwa pemerintah akan memasukkan saham merah putih atau dwi warna ke BSI.

Baca juga: BSI (BRIS) Makin Ekspansif di Timur Tengah

“BSI akan didorong untuk melakukan beberapa corporate action untuk memperkuat kinerja. Nantinya, Bank Mandiri akan meningkatkan kepemilikan menjadi super majority. Di satu sisi, pemerintah sudah bicara di media akan memberikan saham merah putih kepada BSI. Jadi, selain anak usaha dari Bank Mandiri, BSI memang menjadi anak BUMN yang memiliki saham merah putih,” ujar Tiko melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (19/5/2022).

Mengutip laman resmi BSI, komposisi pemegang saham perseroan saat ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebesar 50,95%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 24,91%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejumlah 17,29%. Sisanya dimiliki DPLK BRI sekitar 1,83%, BNI Life Insurance 0,01%, serta pemegang saham lain dengan kepemilikan kurang dari 5% termasuk publik yang baru sekitar 7,08%.

Tiko mengungkapkan, pemerintah memiliki hak memberikan keputusan atas kebijakan strategis BSI di masa datang. Terkait perubahan struktur kepemilikan saham, akan direalisasikan melalui rights issue BSI. Langkah strategis itu rencananya dilaksanakan pada triwulan III-2022.

Langkah-langkah strategis itu tak terlepas dari upaya pemerintah Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam keuangan syariah global. Di mana BSI diposisikan sebagai tokoh sentral dari Tanah Air.

Menurut Tiko, pada 13 Mei 2022, BSI telah resmi membuka Representative Office BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai realisasi program BUMN Go Global. Menurutnya ini merupakan langkah awal menghubungkan perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah dunia. Juga memperdalam penetrasi ekspor ke Afrika dan negara-negara Arab.

Baca juga: Laba BSI (BRIS) Naik 33,18% Capai Rp 987,68 Miliar

“BSI diharapkan terus mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai, menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global untuk menginvestasikan dana pada proyek-proyek pemerintah seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek strategis BUMN, dan proyek infrastruktur, serta industri keuangan yang berkelanjutan di Tanah Air,” kata dia.

Lebih lanjut dijelaskan, ketika BSI masuk ke level global untuk menyasar pasar keuangan syariah internasional, tentu perlu memiliki global partner. Tujuannya guna mempercepat penetrasi bisnis.

Ke depan, setelah rights issue ada aksi korporasi lanjutan untuk mencari global partner bagi BSI. Yaitu bisa melalui akuisisi atau joint venture, di antaranya ke arah digital untuk melengkapi produk dan layanan bagi nasabah.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN