Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Merespons Kabar Larangan Ekspor CPO bakal Dicabut, IHSG Menghijau

Kamis, 19 Mei 2022 | 13:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di zona hijau, setelah menguat 0,35% ke level 6.816. IHSG menghijau setelah merespons kabar larangan ekspor CPO bakal dicabut.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, IHSG menguat karena reaksi pasar yang tampaknya merespons kabar bahwa larangan ekspor CPO akan dicabut, dimana sebelumnya dikabarkan usulan asosiasi petani kelapa sawit yang (Apaksindo) selanjutnya Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan akan mengeluarkan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo terkait pembukaan larangan ekspor produk minyak sawit.

Baca juga: Ini Isi SE Terbaru soal Relaksasi Aktivitas Masyarakat

“Tentunya ini menjadi suatu sinyal dan harapan dicabutnya larangan tersebut. Sehingga ini tentunya akan menjaga cadangan devisa dalam negeri sehingga mampu mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (19/5/2022).

Pilarmas menambahkan, IHSG cenderung menguat, sementara bursa regional Asia mayoritas bergerak melemah. Hal ini seiring sikap pelaku pasar dan investor khawatir dengan potensi terjadinya perlambatan ekonomi yang tertekan tertekan oleh inflasi dan imbas kebijakan bank sentral di seluruh dunia dalam kebijakan monternya terutama untuk menekan inflasi.

Baca juga: Terungkap, Peran Lin Che Wei dalam Kasus Minyak Goreng

Inflasi Inggris periode April melonjak 9%, level tertinggi 40 tahun, karena harga makanan dan energi melesat, meningkatkan krisis biaya hidup di negara itu. Pasar global terus terbebani kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter yang agresif dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya Bank sentral akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan, bahkan hingga di atas netral, untuk mengekang lonjakan inflasi.

“Kami merekomendasikan LSIP buy dengan support dan resistance di level 1.350-1.430. Sedangkan PER: 9,50x dan PBV: 0,93x,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com