Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Melesat 0,23% pada Pembukaan Sesi I

Jumat, 20 Mei 2022 | 09:03 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ditutup menguat sebesar +29 poin atau sebesar +0,44% ke level 6.823, indeks harga saham gabungan (IHSG) melesat naik pada pembukaan perdagangan sesi I, Jumat (20/5/2022). IHSG melesat 15,68 poin (+0,23%) di level 6.839. IHSG bergerak mixed pada rentang 6.804– 6.857.

Tercatat sebanyak 70,57 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 158,8 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 6.483 kali transaksi. Sebanyak 127 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 43 saham terkoreksi, dan 102 saham stagnan.

Advertisement

Saham Wall Street berakhir dengan lebih banyak koreksi pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena upaya untuk rebound dari penurunan di sesi sebelumnya gagal. Sementara itu, kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan masih menjadi sentimen utama pasar.

Baca juga: Mirae: IHSG Uji Resistance, Perhatikan Tiga Saham Pilihan Ini

Sehari setelah indeks utama merosot lebih dari 3%, pasar melemah, namun sesekali naik ke wilayah positif beberapa kali.

S&P 500 turun 0,6% dan sekarang 18,6% di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada awal Januari 2022. Indeks ini juga lebih dari 19% di bawah level tertinggi harian sepanjang masa, yang dicapai awal tahun ini. Pada level ini, indeks benchmark tersebut berada dalam jarak yang sangat dekat untuk memasuki pasar bearish karena didefinisikan oleh banyak orang di Wall Street sebagai penurunan 20% dari level tertinggi dalam 52 minggu.

Saham di pasar Asia Pasifik naik pada perdagangan Jumat (20/5) pagi. Minggu perdagangan yang bergejolak akan berakhir dan investor mengamati rilis kebijakan terbaru Tiongkok untuk suku bunga pinjaman acuan.

Baca juga: BNI Sekuritas: IHSG Menguat Terbatas, ARTO, EMTK, PGAS, dan MDKA Masuk Radar

Nikkei 225 Jepang naik 0,41% di awal perdagangan, sedangkan Topix naik 0,23%. Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang, yang mencakup biaya energi tetapi bukan makanan segar, naik 2,1% pada April 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan ekonom, menurut laporan Reuters.

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,74%. Di Korea Selatan, Kospi naik sekitar 1% sementara Kosdaq naik 0,91%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%. Produsen kendaraan listrik Tiongkok Nio akan memulai perdagangan di Singapura, tempat saham tersebut melakukan pencatatan saham ketiga.

Dalam perkembangan lain dalam jangka pendek, Tiongkok diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman acuannya menurut jajak pendapat para analis Reuters.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal lanjtkan rebound pada perdagangan Jumat (20/5/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada resistance 6.900, pivot 6.830, support 6.730.

Baca juga: Saham Pilihan untuk Trading 20 Mei dan Target Harganya

Phintraco Sekuritas menilai, IHSG berpotensi uji resistance 6.830, sebelum melanjutkan rebound ke kisaran 6.850 di Jumat (20/5). Secara teknikal, pergerakan Kamis (19/5) memperkuat sinyal minor reversal dari golden cross pada Stochastic RSI dan MACD.

Menurut Phintraco Sekuritas, investor asing kembali melakukan aksi beli selektif pada saham-saham blue chip, seperti BMRI, BBNI, BBRI, INDF, ASII, ADRO, HRUM, PGAS, ANTM dan INCO di perdagangan Kamis (19/5). Saham-saham tersebut dapat kembali diperhatikan pada perdagangan Jumat (20/5).

Phintraco Sekuritas menilai, salah satu faktor yang memicu keyakinan investor, khususnya pada saham-saham blue chip adalah optimisme terhadap outlook ekonomi Indonesia ditengah peningkatan uncertainty risk eksternal. Terbaru, Pemerintah RI, melalui Menteri Keuangan memperkirakan akan ada peningkatan inflasi di 2022, mendekati 4% yoy.

“Sementara nilai tukar Rupiah diasumsikan stabil di Rp14,300-Rp14,700 per USD. Dengan demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4.8%-5.5% yoy di 2022 masih menjadikan Indonesia menarik di mata investor,” tambah Phintraco Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN