Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sentimen Ini Jadi Pendorong IHSG Ngebut di Zona Hijau

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada sesi I perdagangan Kamis (20/5/2022), IHSG ngebut di zona hijau dan ditutup menguat +1,75% ke level 6.942. Menjelang akhir pekan ini Indeks IHSG bergerak menguat yang tampaknya terpengaruh dari sentimen eksternal dan internal. Apa saja itu?

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, dari eksternal dimana mayoritas bursa regional Asia bergerak menguat yang tampaknya ditopang kebijakan bank sentral China (PBoC) yang mempertahan loan prime rate 1 tahun di level 3,7%.

Baca juga: 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,3% hingga 5,9%

“Pasar memandang kebijakan PBoC tersebut tentunya untuk menjaga dan mendukung pemulihan ekonominya disaat diberlakukan lagi lockdown. Sehingga kebijakan ini diharapkan akan mendukung pelaku usaha yang terkena dampak Covid-19,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (20/5/2022).

Sementara dari internal, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pelaku pasar dan investor menyambut positif dicabutnya larangan ekspor sawit oleh Presiden RI tentunya ini akan menjamin keberlanjutan industri minyak sawit nasional.

Baca juga: IMF Desak Negara-Negara Asia Waspadai Risiko Pengetatan Kebijakan Moneter

Sentimen selanjutnya adalah Bank Indonesia (BI) dalam rilisnya pada kuartal I/2022, transaksi berjalan melanjutkan surplus sebesar US$ 0,2 miliar (0,1% dari PDB), meskipun lebih rendah dari capaian surplus pada periode sama sebelumnya sebesar US$ 1,5 miliar (0,5% dari PDB).

“Kami merekomendasikan ANTM buy dengan support dan resistance di level 2.430-2.600. PER: 32,36x dan PBV: 2,89x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN