Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Fundo Aida Sutanto

Pendiri Fundo Aida Sutanto

Balai Lelang “Fundo” Genjot Kemajuan UMKM dan Tawarkan Alternatif Investasi Jangka Pendek

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:30 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Fundo, platform tekfin lelang surat berharga pertama di Asia dan satu-satunya di Indonesia yang menghubungkan pembeli dan penjual melalui mekanisme penawaran (bidding) genjot kemajuan UMKM melalui akses pendanaan yang memadai. Di sisi lain, pemberi dana juga bisa mendapatkan hasil keuntungan sepenuhnya melalui diskonto (potongan) dari surat berharga. 

Pendiri Fundo Aida Sutanto mengatakan, melalui Fundo, UMKM dapat dengan cepat mendapatkan akses ke modal kerja untuk meningkatkan arus kas (cash flow) dan menciptakan lapangan pekerjaan, agar mereka dapat fokus terhadap pertumbuhan bisnis mereka. Untuk para investor individu maupun institusi, platform lelang Fundo menyediakan berbagai jenis produk investasi yang andal, menawarkan pengembalian jangka pendek yang stabil dengan risiko sedang.

“Fundo bisa merealisasi pendanaan dengan durasi tercepat sekitar 5 menit dengan jaminan struktur dan kepastian hukum bisa lebih. Lalu setiap surat berharga yang kami tawarkan selalu habis. Antusias masyarakat sangat besar dan potensi surat berharga sangat besar untuk dikembangkan di balai lelang yang menjual tagihan surat berharga. Apalagi konsep ini hanya ada satu-satunya di Indonesia bahkan Asia,” ungkapnya kepada Investor Daily, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Platform Fundo Permudah Investor Raup Cuan Lewat Lelang Surat Berharga

Dalam proses kerjanya, Fundo menghubungkan penjual dan pembeli melalui mekanisme penetapan harga yang adil dan proses lelang online surat berharga yang kompetitif. Bagi penjual (UMKM) yang membutuhkan dukungan modal kerja dapat menjadi alternatif di luar opsi yang tersedia saat ini. Sementara untuk para investor individu dan institusi, Fundo menyediakan alternatif investasi dengan pengembalian dana jangka pendek dengan risiko sedang.

Surat berharga yang dilelang UMKM untuk mendapat modal kerja adalah piutang usaha mereka (account receivable/AR). AR itu sendiri transaksi penjualan barang atau jasa kepada klien yang pembayarannya dilakukan secara kredit. AR berbentuk faktur yang berkekuatan hukum karena nantinya akan dikirim ke pelanggan dan harus dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Perusahaan melakukan uji tuntas yang solid dan melaksanakan transaksi hanya dengan bisnis dengan rekam jejak keuangan yang kuat dan memiliki piutang dari perusahaan terkemuka. Aida mencontohkan, rangkaian mitigasi yang dilakukan adalah menilai risiko dari performa keuangan, penjualan tagihan, profil payor, operasional, dan lainnya agar tidak terjadi default.

“Fundo menjual surat berharga dari perusahaan yang sudah bonafide, kami sangat selektif dalam memilih perusahaan penjual. Biasanya kami pilih mereka yang punya akses ke supply ke perusahaan besar karena biasanya di situ mereka sudah tahu prosedurnya.”

Perusahaan juga melakukan serangkaian mitigasi risiko untuk para pembeli surat lelang, seperti asuransi dengan persentase yang berbeda-beda. Semakin besar jaminan asuransi yang diambil, maka persentase keuntungan yang bisa diambil tidak sebesar bila tidak ambil asuransi sama sekali.

Baca juga: Tak Hanya Saham, Asing Berburu Surat Berharga Negara

Adapun rata-rata keuntungan yang ditawarkan 10%-18% per tahun. Sejauh ini, platform Fundo telah mengakomodasi penjualan surat berharga mencapai Rp 2,2 triliun dari 2.500-3.000 UMKM. Aida menargetkan sepanjang tahun ini dapat meningkatkan penjualan surat berharga sebanyak dua kali lipat dan sebanyak tiga kali lipat untuk jumlah UMKM-nya.

“Target akhir tahun UMKM bisa tumbuh tiga kali lipat karena kami mau masuk ke ticket size yang lebih kecil. Dari awalnya Rp 5 juta baru bisa investasi dan Rp 100 juta jumlah tagihannya, sekarang tahun ini turun lagi kebawah Rp 100.000 sudah bisa investasi dan tagihan ke UMKMnya Rp 10 juta juga sudah bisa,” sebutnya.

Lebih lanjut, Fundo yang berdiri tahun 2019 tahun ini berencana mengeluarkan produk pendanaan baru yang menyasar UMKM yang melakukan ekspor. “Kami mau bantu UMKM yang ekspor karena banyak dari mereka yang tidak mereka mengerti cara mitigasi resiko. Kami lagi godok, 2-3 bulan lagi baru diluncurkan. Saat ini sedang dilihat dari segi hukum, tapi nanti tetap dibawah bendera FSB,” kata Aida seraya menambahkan, Fundo akan ekspansi ke Pulau Sumatra pada tahun depan dari saat ini yang masih di Pulau Jawa.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN