Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi aset kripto

Ilustrasi aset kripto

Simak Yuk! Tips Investasi Aset Kripto Kala Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:10 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Sepanjang awal Mei 2022, pasar aset kripto terus tertekan dan cenderung bearish. Di tengah kondisi pasar tersebut, terjadi drama stablecoin TerraUSD (UST) yang menambah panik investor akan masa depan investasi kripto ke depan. 

Dalam kondisi tersebut, Trader Tokocrypto Afid Sugiono, mengatakan ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh investor ketika kondisi market sedang bearish. Kondisi market kripto yang naik turun menjadi siklus yang biasa dan juga terjadi pada instrumen investasi lainnya.

Advertisement

“Penting bagi investor untuk tidak panik dan tetap berkepala dingin. Kondisi market yang bearish masih bersifat sementara. Market kini sudah mulai stabil dan nilai pasar pun akan kembali menguat,” kata Afid, Jumat (20/5/2022).

Terkait kekhawatiran investor terhadap stablecoin yang dianggap sudah terlalu volatile untuk saat ini sebagai salah portofolio investasi, Afid yakin hal itu juga akan bersifat sementara dan berdampak dalam jangka pendek. “Stablecoin memang sentimennya lagi negatif. Namun, stablecoin sendiri ini masih jadi inovasi terkuat di dunia kripto. Stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti Rupiah dan Dolar AS menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya,” ungkapnya.

Baca juga: Pasar Aset Kripto Mulai Reli

Di tengah situasi yang fluktuatif ini, lantas apa yang bisa dilakukan oleh investor untuk menghadapi market bearish?

1. Pahami risiko sebelum berinvestasi.

Penting untuk memahami apa yang investor hadapi sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Pertama, sifat kriptografi blockchain harus dipahami oleh setiap investor. Investor harus memahami bagaimana transaksi dicatat dalam database terdistribusi, dan bagaimana blockchain yang berbeda mendukung koin kripto yang berbeda. “Misalnya, dalam kasus crash UST baru-baru ini, stablecoin seharusnya tetap stabil, bahkan jika pasar kripto berfluktuasi. Jangan kaget jika Anda melihat nilai kripto naik atau turun dengan selisih yang signifikan, karena market ini masih baru dengan segala inovasinya,” kata Afid.

2. Fokus pada jangka panjang.

Sulit untuk memprediksi kondisi pasar ketika dalam kondisi market bearish. Sebaiknya jangan berinvestasi ketika hanya ingin fokus untuk menjadi kaya dalam waktu cepat. Fokuslah pada pendekatan jangka panjang untuk berinvestasi dan asumsikan bahwa setiap aset yang dibeli saat ini akan terus dipegang selama beberapa tahun kedepan.

Baca juga: Ini Dia Pengertian Leading dan Lagging Indicator di Kripto

3. Lakukan strategi buy the dip ketika harga sedang turun.

Hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan aset kripto adalah mengambil keuntungan dari harga rendah sebagai titik masuk yang baik di market bearish. Harapannya adalah investor tetap dapat bisa mendapatkan keuntungan ketika harga kembali pulih. Namun, tetap pelajari teknikal analisis masing-masing aset kripto yang dipilih. “Bagi yang baru ingin memulai investasi di aset kripto, kondisi market bearish ini dapat dijadikan sebagai titik awal memulai investasi karena aset kripto cenderung berada di harga yang lebih rendah dari biasanya,” ungkap Afid.

4. Lakukan diversifikasi portofolio.

Memakai istilah menempatkan semua telur dalam satu keranjang, bukanlah strategi yang tepat di dunia kripto. Lebih baik adalah membagi pendapatan yang dapat diinvestasikan menjadi aset yang berbeda. Gunakan dana yang investor mampu. Jika membeli kripto apa pun, mulailah dalam jumlah kecil. Investasikan hanya uang yang tidak akan mengubah atau membahayakan gaya hidup dengan cara apa pun.

5. Berinvestasi di stablecoin.

Walau masih diterpa sentimen negatif UST, stablecoin masih menjadi portofolio yang tergolong aman saat kondisi pasar bearish. Sebelum memilih investasi di stablecoin, lakukan riset terlebih dahulu, karena ada banyak jenis dengan dukungan aset yang berbeda, ada yang didukung uang fiat, aset kripto dan komoditi, seperti emas. Semuanya ada keuntungan dan kekurangan.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN