Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Pasar Kripto Cenderung Bearish, Bos Indodax Ungkap Faktanya

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:03 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sejak awal Mei 2022, pasar aset kripto cenderung bearish. Bitcoin terpukul karena berkorelasi erat dengan saham teknologi, lonjakan inflasi, dan kenaikan suku bunga acuan AS. Bahkan Crypto Fear & Greed Index sempat mencapai level “Ketakutan Ekstrem”.

Pelemahan pasar aset kripto masih berlanjut. Di tengah kondisi pasar yang bearish tersebut, Direktur Utama PT Indodax Nasional Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan bahwa kurva empat tahunan secara teknikal memang menunjukkan kondisi tersebut.

Baca juga: Simak Yuk! Tips Investasi Aset Kripto Kala Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

“Indikator ketakutan dan keserakahan sangat berpengaruh terhadap kondisi ini. Tetapi, jika melihat teknikal, para investor tidak perlu khawatir berlebihan,” kata Oscar kepada Investor Daily, Sabtu (21/5/2022).

Dia mengungkapkan, jika melihat tahun 2021, terjadi kenaikan hingga ke harga tertinggi Bitcoin, yang kemudian terjadi koreksi. Begitu juga dengan tahun ini. Sebelumnya terjadi pada tahun 2018 dan 2013. Secara teknikal memang terjadi berulang-ulang.

Adapun kapitalisasi pasar (market cap) aset kripto tertinggi mencapai US$ 3 triliun, tetapi kini berkisar US$ 1,5 triliun.“Jika dibandingkan dua-tiga tahun lalu, kapitalisasi pasar kripto tidak sampai US$ 1 triliun. Berarti selama dua tahun terakhir, kapitalisasi masih naik,” tuturnya.

Di sisi lain, pertumbuhan investor kripto di Tanah Air pada 2021 sangat pesat, karena faktor pandemi. Banyak orang bekerja dari rumah, sehingga mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk trading dan mencari keuntungan.

Baca juga: Kenapa Harga Aset Kripto Turun di Awal Mei 2022? Ini Dia Sebabnya…

Saat ini, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi di aset kripto masih tinggi. Namun, banyak orang yang belum mengenal teknologi pendukung aset kripto, yaitu blockchain. Sebab itu, Indodax kerap memberikan edukasi tentang blockchain, Bitcoin, serta mempelajari aset kripto lainnya. Indodax tidak pernah memberi tawaran kepada customer untuk melipatgandakan uang.

“Saran saya untuk para trader kripto sebisa mungkin menggunakan ‘uang dingin’ karena jika menggunakan ‘uang dingin’ bisa kapan pun keluar dari pasar. Tetapi, jika menggunakan ‘uang panas’ dan harga sedang turun akhirnya merugi,” ujarnya. (C01)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN