Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aneka Tambang (Antam), salah satu anggota MIND ID.

Aneka Tambang (Antam), salah satu anggota MIND ID.

Laba 3 Emiten Anggota MIND ID Melonjak 280%

Senin, 23 Mei 2022 | 06:01 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tiga emiten yang menjadi anggota MIND ID berhasil mencetak laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun pada kuartal I-2022, melonjak 280,48% dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,14 triliun. Tiga emiten tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sepanjang kuartal I-2022, Antam mampu mencatatkan laba Rp 1,46 triliun, naik 132,46% dibanding periode sama tahun lalu Rp 630,38 miliar. Kinerja moncer lainnya juga dibukukan Bukit Asam yang mampu mencetak laba Rp 2,27 triliun dalam tempo tiga bulan pertama tahun ini, lebih tinggi 354,6% dari kuartal I-2021 yang sebesar Rp 500,52 miliar. Emiten anggota MIND ID lainnya, Timah, menorehkan pencapaian luar biasa dengan kenaikan laba hingga 5.711,3% dari Rp 10,35 miliar menjadi Rp 601,47 miliar pada kuartal I-2022.

Baca juga: Garap Baterai Kendaraan Listrik Rp 85 T, CATL Bentuk JV dengan Antam (ANTM) dan IBC

"Pada tahun 2022, Antam berfokus pada strategi untuk mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk emas, bijih nikel dan bauksit, seiring dengan pertumbuhan tingkat penyerapan pasar dalam negeri. Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih sebesar Rp 5,88 triliun (60%), disusul feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,86 triliun (19%), bijih nikel sebesar Rp 1,62 triliun (17%), serta segmen bauksit dan alumina sebesar Rp 299,40 miliar (3%)," kata Corporate Secretary Antam Syarif Faisal Alkadrie dalam keterangan resmi.

Secara keseluruhan, lanjut Syarif, perseroan mampu membukukan penjualan bersih sebesar Rp 9,75 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 9,21 triliun. Penjualan bersih domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp 7,42 triliun atau 76% dari total penjualan bersih Antam.

Dia menyebut, pertumbuhan profitabilitas Antam tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp 2,45 triliun pada kuartal I-2022, tumbuh 51% dari periode sama tahun lalu Rp 1,63 triliun. Sementara itu laba usaha perusahaan tercatat sebesar Rp 1,62 triliun, tumbuh 104% dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp793,89 miliar.

Baca juga: Laba Tumbuh Pesat, Bagaimana dengan Prospek Saham Bukit Asam (PTBA)?

"Faktor pendukung tercapainya peningkatan ini adalah optimalisasi tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal serta katalis positif kenaikan harga komoditas global. Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba tahun berjalan kuartal I-2022 sebesar Rp 1,47 triliun, naik 132% dari sebelumnya Rp 630,38 miliar," terang Syarif.

Sementara itu Direktur Keuangan Timah Krisna Sjarif mengatakan, kenaikan harga logam timah yang didukung efektifitas perseroan dalam menekan biaya operasional, menjadi katalis utama peningkatan laba perusahaan. "Harga jual rerata logam timah pada kuartal I-2022 sebesar US$ 43.946 per ton atau naik signifikan 76% dibandingkan kuartal-2021 sebesar US$ 24.992 per ton," kata Krisna.

Krisna mengungkapkan, kenaikan harga komoditas tersebut berhasil mengkompensasi penurunan penjualan logam timah perseroan yang sebanyak 4% menjadi 5.703 ton dibandingkan kuartal I tahun lalu 5.912 ton. Sehingga, pendapatan TINS tetap tumbuh 80% menjadi Rp 4,4 triliun pada kuartal I-2022 dibanding kuartal sama tahun sebelumnya Rp 2,4 triliun.

“Ke depan, perseroan terus berupaya untuk meningkatkan volume produksi, sehingga target produksi dapat tercapai sesuai RKAP. Produksi bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore akan terus ditingkatkan agar profit margin yang optimal tetap dapat dipertahankan," ujar Krisna.

Baca juga: Sumitomo Cabut, Vale (INCO) dan Huayou Teken Perjanjian Kerangka Kerja Sama Proyek Pomalaa

Sepanjang kuartal I-2022, menurut Krisna, perseroan mampu mencatatkan peningkatan kinerja laba operasi sebesar 575% menjadi Rp 885 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 131 miliar. Laba bersih perseroan naik 5.713% menjadi Rp 601 miliar dibanding sebelumnya Rp 10 miliar.

"Naiknya profitabilitas perseroan terlihat pula dari peningkatan EBITDA sebesar 213% menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 347 miliar," ungkap dia.

Corporate Secretary Bukit Asam Apollonius Andwie mengatakan, pendapatan PTBA tumbuh 105% menjadi Rp 8,2 triliun pada kuartal I-2022 dibanding periode sama 2021 yang sebesar Rp 3,99 triliun. Sementara total aset perseroan naik 8% dari Rp 36,12 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp 38,99 triliun per 31 Maret 2022.

Baca juga: Smelter Freeport Beroperasi Mulai Mei 2024

"Pencapaian gemilang ini didukung kinerja operasional perseroan yang solid di sepanjang kuartal I-2022. Mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, perseroan menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal," kata Apollo.

Apollo mengungkapkan, produksi batu bara perseroan pada kuartal I-2022 meningkat 40% menjadi 6,34 juta ton, sedangkan volume angkutan batu bara naik 16% menjadi 6,17 juta ton. "Kenaikan produksi dan volume angkutan batu bara ini diikuti pula oleh kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 18% menjadi 6,79 juta ton," tutur dia.

Perseroan, kata Apollo, menargetkan produksi batu bara sebesar 36,41 juta ton dan angkutan sebanyak 31,5 juta ton untuk tahun ini. Sedangkan volume penjualan batu bara 2022 diyakini meningkat menjadi 37,1 juta ton. (C02)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN