Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teladan Prima Agro (TPA) berhasil menekan konflik orangutan dengan manusia hingga 98,5% di kawasan perkebunan perseroan.

Teladan Prima Agro (TPA) berhasil menekan konflik orangutan dengan manusia hingga 98,5% di kawasan perkebunan perseroan.

Teladan Prima (TLDN) Turunkan Konflik Orangutan-Manusia hingga 98,5%, Begini Strategi Konservasinya

Senin, 23 Mei 2022 | 11:42 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menguasai konsesi lahan seluas 60.500 hektare (ha), berhasil menekan konflik orangutan dengan manusia hingga 98,5% di kawasan perkebunan perseroan.  Hal ini bagian dari komitmen perseroan untuk menyelamatkan orangutan, terutama jenis pongo pygmaeus morio, serta melestarikan hutan hujan alam tanpa merusak atau mengorbankan ekosistem.

Teladan Prima Agro (TPA) bekerjasama dengan Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (Ecositrop) sejak tahun 2012. Ecositrop adalah sebuah lembaga penelitian konservasi ekosistem hutan tropis yang berkantor pusat di Kalimantan Timur yang sudah melaksanakan kajian konservasi di berbagai kawasan multi fungsi di Kalimantan selama hampir 15 tahun.

Baca juga: Melesat 129%, Teladan Prima Agro (TLDN) Cetak Laba Bersih Rp 531,2 Miliar

Program konservasi ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu menyiapkan ruang untuk konservasi in-situ dengan membangun konektivitas kawasan melalui koridor dan penyediaan areal bernilai konservasi tinggi, mengedukasi masyarakat tentang konservasi, dan penanganan potensi konflik antara orangutan dengan manusia, mengedukasi seluruh bagian karyawan dan manajemen perusahaan terkait hubungannya dengan dukungan implementasi program, dan membangun sistem Best Management Practice (BMP) dan Conservation Management Plan (CMP) untuk menjadi panduan bersama dalam implementasi konservasi di tingkat lapangan.

“Pendekatan kami adalah jika sebuah konsesi telah dilakukan survei dan dipelajari dengan benar dengan memasukkan kegiatan konservasi orangutan di dalam perencanaan penanaman, maka upaya konservasi dan pengendalian konflik orangutan di dalam konsesi akan lebih mudah diimplementasikan. Membangun model konservasi secara in-situ dan prinsip konektivitas kawasan sangat penting dalam aksi penyelamatan orangutan TPA demi memastikan orangutan terlindungi di habitatnya, serta tersedianya potensi pakan yang terpenuhi dengan baik,” ujar Koordinator Ecositrop Yaya Rayadin melalui keterangan resmid di Jakarta, Senin (23/5).

Sementara itu, Direktur Utama TPA Wishnu Wardhana mengatakan, sejak implementasi konservasi terpadu diterapkan tahun 2012, orangutan sudah dapat hidup berdampingan dengan pekerja dan masyarakat setempat. Potensi konflik antara orangutan-manusia turun hingga 98,5% dalam lima tahun terakhir, yakni 2017 - 2021. Penurunan potensi konflik ini menunjukkan bukti nyata keberhasilan program implementasi konservasi orangutan terpadu di TPA.

Baca juga: Resmi Listing di BEI, Saham Teladan Prima Agro (TLDN) Tembus Rp 700

“Penurunan potensi konflik ini merupakan buah dari perjalanan panjang upaya implementasi konservasi terpadu TPA yang melibatkan semua pihak. Ketersediaan areal konservasi dan koridor-koridor di area konsesi sangat penting, sehingga orangutan dimungkinkan masuk ke perkebunan untuk dapat kembali lagi ke hutan tempat tinggalnya,” ujar Wishnu Wardhana.

Pemangku Kepentingan

Dia mengatakan, orangutan adalah pemangku kepentingan yang perlu dilindungi dan diperlakukan sebagaimana seharusnya. Dalam menjalankan usaha, perseroan memandang dan mengambil keputusan dari sudut pandang kepentingan dan perlindungan orangutan.

“Dengan mempertimbangkan mereka dalam perencanaan dan keputusan operasional perusahaan, TPA telah melakukan satu langkah yang bertanggung jawab yang mengakomodir kebutuhan industri kelapa sawit sekaligus kebutuhan kelangsungan hidup orangutan, sehingga tercipta sebuah keberlanjutan yang seimbang dan selaras. Ini nilai keteladanan yang kami junjung tinggi di TPA,” terang Wishnu.

TPA berkomitmen untuk menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, mendukung pelestarian lingkungan yang bersinergi dengan alam dan keaneka ragaman hayati, menerapkan praktik pembukaan lahan tanpa bakar dan pemanfaatan limbah, serta mengelola kawasan konservasi dan menjadi pionir penyelamatan orangutan di industri kelapa sawit.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN