Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Tiba-Tiba Menukik? Ternyata Ini Pemicunya

Senin, 23 Mei 2022 | 12:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dibuka menguat 12,79 poin (+0,18%) di level 6.930, namun indeks harga saham gabungan (IHSG) menukik ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (23/5/2022). IHSG terkoreksi 76,44 poin (-1,1%) di level 6.841,7. IHSG bergerak mixed di rentang 6.838-6.972 selama sesi I. Apa pemicunya?

Baca juga: Profit Taking GOTO dan BUKA Tekan Saham Sektor Teknologi

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, IHSG dan bursa regional Asia secara bersamaan begerak melemah terseret pasar saham Amerika Serikat (AS) yang cenderung kurang bergairah. Tampaknya pasar masih diselimuti kebijakan moneter The Fed yang agresif akan menaikkan suku bunga acuan dalam rangka menekan laju inflasinya dimana sebelumnya inflasi di atas 8%.

“Pasar memandang kebijakan tersebut akan menghambat proses pemulihan ekonomi global,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Sesi I, Investor Asing Bukukan Net Sell Rp 56,3 M

Sementara itu, dari dalam negeri, Pilarmas menyebutkan bahwa pelaku pasar menanti hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan besok. Hal ini membuat sikap pelaku pasar cenderung wait and see terhadap kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

“Kami merekomendasikan buy PTBA dengan level support dan resistance di level 4.020-4.180. Adapun PER PTBA  5,17 kali dan PBV 1,6 kali,” tutup Pilarmas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN