Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Outlook Positif, Target Harga Vale (INCO) Direvisi Naik

Senin, 23 Mei 2022 | 14:05 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menunjukkan outlook positif dalam jangka panjang setelah terjadi tren kenaikan harga jual komoditas metal sepanjang tahun ini. Sedangkan pemicu utamanya adalah peningkatan tensi geopolitik dunia yang berdampak terhadap penurunan pasokan.

Baca juga: Pertumbuhan Laba Berlanjut, Saham Vale Indonesia (INCO) Direvisi Naik ke Rp 6.500

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan, berlanjutnya kenaikan harga jual metal, seperti nikel, memicu direvisi naik target rata-rata harga jual komoditas tersebut menjadi US$ 19.700 per ton tahun ini.

“Meski harga jual nikel berfluktuasi dalam beberapa bulan ini, fluktuasi tergolong masih berada di level tinggi dari realisasi tahun lalu. Revisi target harga nikel ini sejalan dengan pengumuman pemerintah Tiongkok bahwa pandemi Covid-19 sudah mulai kondusif di negaranya,” tulisnya dalam riset hari ini.

Sedangkan pasokan nikel dunia, menurut dia, masih berada di level bawah berkisar 75 ribu ton, dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu dalam kisaran 200-400 ribu ton.

Terkait operasional Vale, dia mengatakan, masih berjalan sesuai dengan harapan sampai kuartal I-2022. Laba bersih naik 101% menjadi US$ 68 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu. Harga jual juga meningkat 25% menjadi US$ 17.400.

“Kami melihat outlook lebih baik kinerja perseroan dalam beberapa kuartal mendatang, seiring dengan peningkatan harga jual nikel,” terangnya.

Baca juga: Tahun Depan Harga Komoditas Melandai Jadi Alasan Target Inflasi 3% Plus Minus 1%

Perseroan juga didukung sejumlah proyek masa depan, seperti proyek pembangunan smelter dengan kapsitas 120 ribu ton per tahun. Proyek ini akan digarap dengan mitra Zhejiang Huayou Cobalt. Smelter tersebut ditargetkan siap beroperasi tahun 2025-2026. Perseroan juga berpotensi mencetak peningkatan iron nickle (Fe-Ni) produksi dari smelter baru Bahodopi.

Revisi naik target harga jual komoditas tersebut mendorong RHB Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INCO dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.900. Target iini merefleksikan perirakan lonjakan laba bersih menjadi US$ 279 juta tahun, dibandingkan tahun lalu US$ 166 juta. Sedangkan pendapatan diperkirakan bertumbuh dari US$ 953 juta menjadi US$ 1,26 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com