Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi minyak
Sumber: Antara

Ilustrasi minyak Sumber: Antara

Minyak Hampir Datar, Kekhawatiran Resesi Imbangi Prospek Permintaan

Selasa, 24 Mei 2022 | 06:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

HOUSTON, investor.id - Harga minyak sedikit berubah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menetap dengan naik tipis karena kekhawatiran atas kemungkinan resesi bersaing dengan prospek permintaan bahan bakar yang lebih tinggi dengan musim mengemudi musim panas AS yang akan datang. Serta, rencana Shanghai dibuka kembali setelah dua bulan lockdown virus corona.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli menguat satu sen atau 0,01%, menjadi menetap di US$ 110,29 per barel, setelah sempat menguat lebih dari US$ 1,6 atau 1,5%. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terangkat 87 sen atau 0,7%, menjadi ditutup di US$ 113,42 per barel.

"Ada awan hitam berkumpul di sekitar pasar keuangan di sini dan itu mulai berdampak pada minyak mentah. Kesehatan ekonomi global dipertanyakan pada saat ini," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho dikutip dari Antara, Selasa (24/5/2022).

Berbagai ancaman terhadap ekonomi global melampaui kekhawatiran orang-orang kaya di dunia pada KTT ekonomi tahunan Davos, dengan beberapa menandai risiko resesi di seluruh dunia.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Rebound, Saham-saham Ini Direkomendasikan Buy on Support

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan dia tidak memperkirakan resesi untuk ekonomi-ekonomi utama tetapi tidak dapat mengesampingkannya.

Kerugian minyak dibatasi oleh ekspektasi permintaan bensin akan tetap tinggi. Amerika Serikat akan memasuki musim mengemudi puncaknya yang dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir minggu ini.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa kenaikan harga bahan bakar dapat mengurangi permintaan, analis mengatakan data mobilitas dari TomTom dan Google telah naik dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak pengemudi di jalan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat.

Untuk mengatasi krisis pasokan besar dan menumpulkan kenaikan harga, Gedung Putih sedang mempertimbangkan deklarasi darurat untuk melepaskan solar dari persediaan yang jarang digunakan, kata seorang pejabat pemerintah.

Ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan akhir tentang pelarangan minyak Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai ‘operasi militer khusus’, telah membatasi kenaikan harga minyak. Hongaria terus menentang larangan yang diusulkan, memastikan tidak ada guncangan mendadak untuk pasokan.

Baca juga: Ekonomi Ekspansif

"Tekanan terus-menerus dalam produk minyak sulingan di AS dan risiko Ukraina/Rusia yang selalu ada menopang harga," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.

Shanghai, pusat komersial Tiongkok, bertujuan untuk menormalkan kehidupan mulai 1 Juni ketika beban kasus virus corona menurun.       

Penguncian di Tiongkok, importir minyak utama dunia, telah memukul produksi industri dan konstruksi, mendorong langkah untuk menopang perekonomian, termasuk penurunan suku bunga hipotek (KPR) yang lebih besar dari perkiraan pada Jumat (20/5/2022).                                              

Tiongkok mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang ditargetkan, termasuk memperluas rabat kredit pajaknya, dan meluncurkan proyek-proyek investasi baru, untuk mendukung ekonominya, kata kabinet yang dikutip televisi pemerintah, Senin (23/5/2022).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN