Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Sejumlah karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pilarmas: IHSG Menguat, Lima Saham Ini Berpotensi Cuan

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id- Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Selasa (24/5/2022). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan dengan rentang 6.715 – 6.929.

“Pasar akan mencermati hasil RDG BI di mana BI7DRR diprediksi dengan probabilitas sebesar 55% masih akan dipertahankan rendah yakni sebesar 3,5% mengingat inflasi inti yang masih terkendali dan kondisi makro ekonomi Indonesia yang masih solid,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (24/5/2022).

Pada perdagangan hari Senin, 23/5/2022 IHSG ditutup melemah sebesar -77 poin atau sebesar -1,12% ke level 6.840. Sektor technology, consumer non cyclicals, industrials, financials, infrastructure, basic material, energy, properties & real estate bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG hari ini. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 154 miliar.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, Hiruk pikuk performa saham teknologi di tahun 2022 sedang panas-panasnya, baik di luar maupun di dalam negeri. Sepanjang tahun ini, performa indeks Nasdaq yang berisi saham-saham teknologi sudah rontok hingga -27,42%. Demikian pula dengan IDX Technology yang mengalami penurunan, meskipun tidak sedalam Nasdaq yakni sebesar -12,55%. Menurunnya performa sektor teknologi saat ini merupakan respon atas kenaikan suku bunga The Fed.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Rebound, Saham-saham Ini Direkomendasikan Buy on Support

Pada awal Mei lalu, ketika Fed Fund Rate dinaikkan 50 basis poin, valuasi perusahan teknologi turun tajam. Saat ini saja Softbank berencana memangkas 50% - 75% investasinya di perusahaan teknologi sebab perlambatan performa yang cukup tajam, sehingga valuasinya menurun imbas kenaikan suku bunga.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatkan IDX Technology menjadi sektor yang berkontribusi terhadap penurunan indeks komposit IHSG dalam sepekan. Apalagi bobot kapitalisasinya cukup besar terhadap IHSG. Sebut saja BUKA dan GoTo yang juga masuk dalam jajaran indeks LQ45. Pasalnya saham-saham tersebut hingga menemui kondisi Auto Reject Bawah (ARB) dalam perdagangan pekan pertama usai libur panjang Lebaran. Hal ini tentunya berkontribusi terhadap penurunan indeks komposit IHSG.

Sepekan lalu, IHSG kembali bertenaga ditopang oleh saham GoTo di mana memiliki nilai transaksi terbesar, frekuensi transaksi terbesar, sekaligus top gainer dalam sepekan. Secara jangka pendek, memang sektor teknologi ini berpotensi besar menemui volatilitas yang tinggi. Namun, prospek di masa mendatang yang baik di mana ditunjang oleh consumer behavior yang bertransformasi menuju digital kian masif.

Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Melemah, Intip Delapan Saham Pilihannya

Meski demikian, hal ini akan kembali ke preferensi investor. Euforia sektor teknologi di pasar saham Indonesia memang cukup ramai sejak tahun lalu. Growth stock terbang ribuan persen karena akselerasi transformasi digital yang kian masif sebagai imbas dari pandemi. “Hal ini menjadi momentum bagi perusahaan digital untuk melantai di bursa dan mendapatkan pendanaan jumbo dari public di mana BUKA salah satunya,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Namun, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut hanya selang beberapa pekan sahamnya anjlok hingga ARB dan mencatatkan return negatif atau -55% pada 2021 sejak IPO. Tak berhenti sampai disitu, GoTo yang memiliki ekosistem terbesar di Indonesia turut melantai di bursa pada tahun ini di mana membangunkan growth stock yang seolah sedang tertidur di tengah tren pemulihan ekonomi yang menguntungkan sektor-sektor dengan fundamental yang baik.

GoTo dinilai cukup banyak menyediakan amunisi untuk memitigasi risiko penurunan saham sebab adanya awareness terhadap risiko IPO di tengah tren sektor yang diberatkan dengan kenaikan suku bunga. Sehingga, strategi greenshoe option yang digunakan untuk menstabilkan harga saham serta dual listing disiapkan. Hanya saja, greenshoe tersebut terus dikeluarkan karena harga saham GoTo yang sempat menurun hingga hampir menyentuh harga IPO-nya sehingga sudah hampir habis atau bahkan sudah tak bersisa saat ini.

Baca juga: Yugen: IHSG Konsolidasi, Menu Sahamnya SMGR hingga CTRA

Terkait rencana dual listing di bursa global yang akan dilakukan pada akhir 2023, private placement tersebut akan dilakukan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan menerbitkan 118,44 miliar saham. Hal tersebut pun akan dieksekusi mempertimbangkan kondisi pasar. RUPS akan dilakukan pada 28 Juni untuk meminta persetujuan rencana private placement tersebut yang sebesar 10% dari modal. Sehingga, pemegang saham GoTo saat ini berpotensi terdilusi sebesar 9,09%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa harga saham growth stock yang saat ini masih dalam tren penurunan memang dibebani dengan kenaikan suku bunga The Fed. Apalagi jika nanti BI menaikkan suku bunga yang diperkirakan akan naik tahun ini, saham-saham teknologi berpotensi longsor lebih dalam lagi meskipun hanya akan terjadi secara jangka pendek saja. Meski demikian, valuasi yang murah dapat menjadi momentum untuk memperoleh saham dengan harga yang terjangkau dengan catatan investor memiliki keyakinan terhadap prospek fundamental di masa yang akan datang.

“Ingat, berbicara saham teknologi, berarti berbicara persepsi dan ekspektasi, dan tentu saja perilaku dari pelaku pasar dan investor itu sendiri,” ungkap Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham berpotensi cuan pada perdagangan hari ini, yaitu PTBA, TINS, IPCC, ANTM, EMTK.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN