Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan

Juni 2022, Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek Jalan Rp 21 Triliun di Sudan Selatan

Rabu, 25 Mei 2022 | 14:47 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sedang melakukan tahap negosiasi akhir dengan Pemerintah Sudan Selatan untuk proyek pembangunan jalan nasional di negara tersebut.

WSKT berharap bulan ini perwakilan Pemerintah Sudan Selatan akan datang ke Indonesia untuk melakukan finalisasi proyek, sehingga proyek ini sudah bisa berjalan pada bulan Juni 2022.

Advertisement

Direktur Operasi III T Waskita Karya Tbk, Gunadi menyampaikan panjang jalan yang akan dikerjakan di Sudan Selatan mencapai 1.000 km. Adapun nilai proyek pembangunan jalan tersebut menurutnya mencapai Rp 21 trilliun hingga Rp 25 triliun.

“Jalan yang akan dikerjakan merupakan jalan simpangan, saat ini kondisinya masih jalan tanah dengan estimasi waktu pengerjaan selama 5 tahun,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Terkait pembayaran pekerjaan, Gunadi memaparkan, pembayaran proyek pembangunan jalan dilakukan oleh Pemerintah Sudah Selatan dengan minyak mentah yang di jual ke Pertamina. “Dana pembayaran mintak mentah produksi Sudan Selatan ini kemudian disimpan ke escrow account untuk pembayaran ke Waskita, kita harap pada bulan Juli 2022 sudah ada dana masuk ke Waskita” urainya.

Gunadi mengakui, sebagai negara yang baru merdeka (lepas dari Sudan Utara), negara Sudan Selatan masih volatile artinya stabilias politiknya masih rendah. ”Kami dibantu oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi untuk mempelajari level risiko tersebut,” imbuhnya.

Selain di Sudan Selatan, tahun ini WSKT juga menyasar proyek pembangunan infrastruktur dari Timor Leste dengan nilai proyek Rp 500 miliar.

“Sementara untuk proyek dalam negeri kita sedang rintis sedang dirintais proyek-proyek APBN dari Kementerian PUPR, Kemenhub, dan KKP serta proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Untuk proyek IKN kita akan kerjakan bersama BUMN dan swasta,” imbuhnya.

Dana Obligasi Rp 3,28 Triliun

Dalam kesempatan itu WSKT menyampaikan berhasil menerima good funds sebesar Rp3,28 Triliun melalui penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan Pemerintah.

Dana yang diterima Perseroan tersebut akan digunakan untuk refinancing serta sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung – Palembang – Betung. Obligasi dan sukuk tersebut telah resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Mei 2022.

“Dengan good funds tersebut, Perseroan juga berhasil melaksanakan pelunasan atas pokok dan bunga Obligasi III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri A yang jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2022 dengan total sebesar Rp528 Miliar. Pelunasan pokok dan bunga Obligasi ini merupakan bentuk dari komitmen Perseroan untuk senantiasa melaksanakan kewajibannya kepada para investor obligasi,” urai Gunadi.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Perseroan masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi dan masih terdampak second wave pandemi pada tahun 2021. Namun demikian, pendapatan usaha 4Q 2021 telah menunjukkan tren positif dengan meningkat sebesar 14,58% YoY. Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp2,65 Triliun.

“Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi Perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada tahun 2021. Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22% YoY, penurunan beban penjualan sebesar 88,08% YoY serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89% YoY. Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan dengan adanya Master Restructuring Agreement_ (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang di tahun 2021,” imbuhnya.

Disampaikan, jumlah aset WSKT tahun 2021 tercatat sebesar Rp103,60 Triliun, atau meningkat sebesar 2,81% YoY disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan _rights issue_ tahun 2021. Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi _asset recycling_ yang dilakukan oleh Perseroan selama 2021. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp88,14 Triliun, atau menurun sebesar 1,34% YoY disebabkan oleh penurunan utang usaha.

“Ekuitas Perseroan sebesar Rp15,46 Triliun, atau meningkat sebesar 35,28% YoY. Kemampuan likuiditas Perseroan pada tahun 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan,” ujarnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN