Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pipa gas PGN. Foto ilustrasi dok. PGN

Salah satu pipa gas PGN. Foto ilustrasi dok. PGN

Parameter Bisnis Solid, PGN (PGAS) Masuk Rekomendasi Analis

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:51 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN dinilai memiliki risiko jangka panjang dan dampak positif bisnis terhadap lingkungan sangat baik. Hal ini turut menjadi sentimen positif terhadap rekomendasi saham perusahaan sub-holding PT Pertamina (Persero) ini.

RHB Sekuritas dalam laporan Indonesia Company Update menyebutkan bahwa environmental, social, and governance (ESG Score) – tiga komponen yang bisa berdampak positif terhadap bisnis, serta keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang dari PGAS adalah positif (Good).

Dari angka skor atau rating tertinggi 4, PGAS meraih angka 2,83. Dari sisi environmental (lingkungan), PGAS meraih nilai positif (Good) karena terus mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan.

Baca juga: Saham-saham Berfundamental Kuat Jadi Target, Cermati PGAS dan UNVR

”Komitmen ini merupakan peran aktif PGAS dalam memajukan energi terbarukan di Indonesia. Terkait pengelolaan sampah, strategi PGAS adalah mengurangi sampah dari sumbernya (reduction at source),” ungkap riset tersebut, yang dikutip pada Rabu (25/5/2022).

Artinya, berdasarkan hasil analisis RHB tersebut, PGAS berusaha mengurangi jumlah limbah melalui perencanaan dengan meminimalkan dampak pembuangan limbah.

Sedangkan dari sosial juga meraih nilai positif (Good). PGAS dinilai berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan dalam beberapa hal, mulai dari kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga pendidikan.

Baca juga: Komut PGN (PGAS) Sebut Saka Energi Akhirnya Untung

”PGAS menerapkan ISO 26000 dalam melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan agar program-program tersebut efektif, efisien dan bermanfaat besar. Di masa pandemi, perusahaan bergerak cepat untuk mendukung Pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak,” sebut riset RHB.

Adapun dari sisi governance (tata kelola), PGAS mendapat nilai positif (good) karena berkomitmen untuk mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

”Hal ini juga mengintegrasikan prinsip dan praktik keberlanjutan dengan memperhatikan lima aspek penting yaitu, manusia, planet, kemakmuran, perdamaian, dan, kemitraan,” ungkap riset tersebut.

Tiga hal itu ditambah dengan terus positifnya fundamental dan kinerja keuangan, menurut riset RHB, menghasilkan rekomendasi beli (buy) untuk saham PGAS dengan target harga Rp 1.800 dalam jangka pendek. Rekomendasi ini mempertimbangkan pada positifnya kinerja PGAS pada kuartal I-2022.

Pada tiga bulan awal tersebut, PGAS mencatatkan laba bersih senilai US$ 118,5 juta atau setara Rp 1,7 triliun, melesat 92,68% dibandingkan US$ 61,5 juta pada kuartal I-2021.

Kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan PGAS yang mencapai US$ 836,9 juta pada kuartal I-2022. Terjadi kenaikan sebesar 14,15% dibandingkan US$ 733,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Bidik Pasar Ritel Gas Bumi, PGN Bakal Gencar Bangun Jargas

Di luar itu, terdapat pula sejumlah sentimen positif lain yang menurut catatan RHB akan berdampak signifikan terhadap fundamental dan performa bisnis PGAS. Di antaranya, menunggu keputusan tentang perluasan batas harga.

”Perluasan batas harga gas untuk industri yang akan naik di US$ 6/mmbtu sudah pasti. Namun, masih menunggu keputusan resmi,” ungkap tim riset RHB.

Selain itu, kinerja PGAS juga akan terangkat meningkatnya transportasi minyak di Rokan. Proyek ini sebagian telah berjalan sejak Januari 2022 dan untuk setahun penuh pada 2022, PGAS memperkirakan blok Rokan akan meningkat hingga 140.000 boepd dimulai pada kuartal kedua tahun ini.

”Fasilitas layanan transportasi minyak untuk Pertamina memiliki biaya tol US$ 2,50/boe. Margin yang sangat layak, menurut kami,” sebut tim riset RHB.

Baca juga: PGN Subholding Gas Pertamina Catat Laba Bersih Rp 1,7 T di Triwulan I 2022

Perluasan jaringan gas kota juga dinilai RHB akan berdampak signifikan kepada PGAS. Perusahaan menargetkan tambahan menjadi total 1 juta sambungan gas rumah tangga dengan total belanja modal US$ 240 juta dan mengharapkan tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 11%.

Adapun kinerja anak usaha perseroan, yaitu Saka Energi, juga akan menambah performa positif PGAS pada tahun 2022. Pendapatan bisnis hulu diproyeksi lebih tinggi sebesar 14% dari total pendapatan di kuartal awal 2022 yang sebesar 10-11%.

Hal itu terutama didorong oleh harga minyak yang lebih baik untuk tahun 2022. “Dengan harga minyak rata-rata yang lebih baik dari tahun lalu, kami memperkirakan potensi kenaikan lebih lanjut untuk sayap bisnis hulu PGAS,” ungkap tim riset RHB.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN