disini
Harga CPO Berguguran di Akhir Pekan
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO Berguguran di Akhir Pekan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berguguran pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/5/2022).

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan jumat (27/5/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2022 turun 208 Ringgit Malaysia menjadi 6.879 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 terkoreksi 199 Ringgit Malaysia menjadi 6.692 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Sementara itu, kontrak pengiriman Agustus 2022 jatuh 180 Ringgit Malaysia menjadi 6.353 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 menurun 169 Ringgit Malaysia menjadi 6.149 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman Oktober 2022 terjatuh 163 Ringgit Malaysia menjadi 6.043 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 turun 165 Ringgit Malaysia menjadi 5.999 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: SUNterra Bidik Kapasitas Proyek PLTS Atap Capai 5 MWp pada 2022

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pergerakan harga CPO di akhir pekan terpantau mengalami koreksi dengan resistance terdekat di level 6.750 Ringgit Malaysia per ton dan potensi support terdekat di level 6.250 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan sentimen penggeraknya antara lain rencana pemangkasan pajak impor untuk minyak nabati yang berpotensi menyebabkan peralihan permintaan CPO India ke minyak nabati. 

“Selain itu, situasi di Indonesia yang masih menantikan keputusan lebih lanjut terkait penerapan kebijakan DMO dan DPO pada 31 Mei nanti turut berdampak pada kelanjutan ekspor CPO Indonesia,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (27/5/2022).

Baca juga: SMRC: Ganjar Pranowo Tokoh Terkuat, Wajar Dilirik 

Pada pekan depan, Yoga menyebut harga CPO akan dipengaruhi oleh fokus paling utama tentunya tertuju pada implementasi kebijakan DMO dan DPO yang akan diterapkan pada 31 Mei nanti. Untuk indikator lain yang dipantau dalam waktu dekat adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode bulan Mei untuk melihat gambaran permintaan CPO di pasar global.

Selain itu, lanjut dia, Tiongkok yang berencana membuka penguncian secara penuh di Shanghai mulai 1 Juni nanti juga berpotensi mendongkrak permintaan CPO. “Harga CPO pekan depan berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.750 – 7.000 Ringgit Malaysia per ton, dan apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 6.250 – 6.000 Ringgit Malaysia per ton,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN