Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTS Telkom Group (Foto: IST)

BTS Telkom Group (Foto: IST)

Rasio Dividen Hanya 60%, Begini Pandangan Analis terhadap Saham Telkom (TLKM)

Minggu, 29 Mei 2022 | 09:35 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah menetapkan dividen tunai tahun buku 2021 sebesar Rp 14,86 triliun atau Rp 149,97 per saham. Hal ini sesuai dengan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan.

Baca juga: Telkom (TLKM) Siapkan Capex Rp 40 Triliun

Berdasarkan data, rasio dividen yang dibagikan perseroan untuk tahun buku 2021 jauh di bawah ekspektasi. Bahkan, angka itu di bawah rata-rata rasio dividen Telkom dalam 10 tahun terakhir. Sedangkan nilai dividen per sahamnya terendah dalam empat tahun terakhir.

Dividen tahun buku 2021 lebih rendah dari realisasi tahun buku 2020 senilai Rp 16,64 triliun dengan payout ratio 80% dan dividen tahun buku 2019 mencapai Rp 15,26 triliun dengan rasio 81,78%, tanun buku 2018 senilai Rp 16,22 triliun dengan rasio 90% , dan tahun buku 2017 mencapai Rp 16,60 triliun denga rasio 75%.

Lantas, bagaimana pandangan analis terhadap total dividen TLKM kali ini? Tim riset RHB Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa dividen tersebut merefleksikan rasio 60% dari total keuntungan perseroan tahun 2021.

“Rasio dividen tersebut di bawah ekspektasi kami dan rata-rata rasio dalam 10 tahun terakhir. Rasio dividen yang dibagikan hanya 60% dibandingkan perkiraan kami mencapai 80% dan rata-rata dalam 10 tahun dengan rasio 72%,” tulis RHB dalam riset akhir pekan lalu.

Dengan dividen senilai Rp 149,97 per saham, maka yield dividend TLKM hanya 3,5% dari harga penutupan saham TLKM di level Rp 4.300 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu.

Meski demikian, RHB Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.500. Target harga tersebut juga mempertimbangkan besarnya kas bersih perseroan senilai Rp 42 triliun hingga akhir kuartal I-2022.

Kebutuhan Investasi

Terkait rasio dividen 60% tersebut, Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan mengatakan, bahwa secara historis Telkom memberikan yield dividend  yang  baik. Namun demikian, besaran dividen juga dipengaruhi oleh strategi bisnis Telkom ke depan, sehingga besaran dividen tiap tahun bisa berbeda dengan memperhatikan kebutuhan ekspansi dan belanja modal perusahaan.

Baca juga: Wow! Investasi Telkom (TLKM) di GOTO Sudah Untung Rp 949 Miliar

Kebijakan dividen tersebut, ungkap dia, juga guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan di masa mendatang, sehingga total return kepada pemagang saham dapat optimal, bukan saja dari dividend yield, termasuk juga potensi capital gain yang baik.

“Pastinya, tantangan industri telekomunikasi membutuhkan ekspansi dan transformasi agar tetap relevan sesuai kebutuhan pelanggan. Telkom sejak lima tahun terakhir telah berhasil menjalankan transformasi ke arah digital connectivity. Dan seiring dengan itu, Telkom juga sedang memperkuat pilar digital platform, terutama di area data center dan cloud. Inilah yang diharapkan memberikan sustainability bisnis dan kinerja keuangan Telkom ke depan ,” jelas Andi di Jakarta, Minggu (29/5).

Dengan struktur permodalan yang kuat, menurut dia,  Telkom dapat menjalankan inisiatif strategi dan program-program kerja hingga kinerja Telkom akan semakin positif ke depan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN