Menu
Sign in
@ Contact
Search
Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021

Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021

Harga Naik Tiga Hari Berturut-turut, Market Cap Astra (ASII) Jadi Rp 297,55 Triliun

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:02 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali meningkat menjadi Rp 297,55 triliun, seiring dengan kenaikan harga saham sebesar 1,38% menjadi Rp 7.350. Kenaikan harga saham ASII terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Sedangkan rentang pergerakan harga saham ASII berada di level Rp 7.250-7.475 sepanjang perdagangan akhir bulan Mei ini. Sementara itu, pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham ASII sebesar Rp 67,58 miliar.

Baca juga: Bos Astra (ASII) Ungkap Rencana Mobil Listrik, Hasil Pembicaraan dengan Toyota

Lantas, bagaimana prospek saham ASII? Founder dan CEO Finvesol Consulting Fendy Susiyanto memperkirakan, Astra International berpeluang besar untuk melanjutkan performa positif ditopang transisi menuju green economy yang sejalan dengan pergerakan tren saat ini.

Sebagai perusahaan otomotif, Fendy melihat, transisi tersebut akan membentuk citra yang dapat meningkatkan valuasi saham Astra. “Mungkin, directly dari sisi keuangan kontribusinya tidak cukup besar, tetapi dari sisi image berpotensi meningkat signifikan,” ujar Fendy.

Astra pada 2022 akan membukukan pendapatan sebesar Rp 245 triliun, tumbuh 4,9% dibandingkan pendapatan 2021 yang sebesar Rp 233 triliun. Kemudian, EBITDA sekitar Rp 40,1 triliun, EV EBITDA sekitar 6,4 kali, EPS sekitar Rp 519, price to ratio atraktif sebesar 12,5 kali, dividen yield sebesar 2,55%, serta RoE sebesar 11,8%.

“Jadi, menurut saya, ASII sangat atraktif dengan valuasi saat ini. Secara fundamental, bisnis Astra International ini cukup diuntungkan dengan adanya pemulihan pandemi, lalu pemulihan harga komoditas seperti CPO dan mulai ada hasil dari sektor infrastruktur. Menurut saya, dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan, Astra akan mengalami potensi peningkatan yang signifikan,” papar dia.

Baca juga: Pengumuman! Astra (ASII) Stop Beli Aset Tambang Batu Bara

Hal senada disampaikan Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe . Dia memprediksi, saham Astra pada tahun ini akan berada di atas Rp 8.000 dan akan menjadi salah satu saham penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG). Kenaikan ASII akan tercermin dari kenaikan IHSG. Sehingga, jika IHSG mengalami penguatan, maka bisa dipastikan saham Astra juga akan menguat.

Menurut Kiswoyo, valuasi Astra saat ini bisa dibilang wajar, meskipun masih relatif murah. Hanya saja yang menjadi catatan, jika harga saham ASII tahun ini menyentuh 8.500 berarti sudah lumayan sebagai saham penggerak IHSG.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com