Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi metaverse. (Pixabay)

Ilustrasi metaverse. (Pixabay)

Ada Nestercity, Arsitek Bisa Makin Cuan di Metaverse

Rabu, 1 Juni 2022 | 19:54 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Teknologi memungkinkan berbagai disiplin ilmu berkreasi di metaverse. Salah satunya Nestercity, yang bukan hanya menjadi dunia virtual seperti banyak metaverse pendahulunya, namun memungkinkan karya arsitektur hadir dan memiliki nilai tersendiri di dunia virtual dengan dukungan inovasi blockchain.

Istimewanya, karya arsitektural di Nestercity bukan hanya menjadi portofolio bagi penciptanya, namun juga memiliki nilai komersial karena kepemilikannya bisa diperjualbelikan sebagai NFT, bisa dijelajahi, selain juga bisa diwujudkan di dunia nyata.

Baca juga: Siap-siap Masuk Metaverse, Klub Bola PSS Sleman Rilis Koleksi NFT Sembodoverse

Dengan demikian nilai karya para arsitek bisa meningkat dan mendorong percepatan pencatatan hak cipta dan monetisasi asetnya dengan bantuan blockchain.

"Kami yakin bisa mencapai total transaksi US$ 100.000 per harinya di Nestercity," Muhammad S Akbar, CFO Nestercity dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022).

Diproyeksikan, Nestercity akan menarik minat arsitek, seniman 3D, kolektor NFT, perusahaan arsitektur dan konstruksi, real estate, dan LSM. Hal ini bisa terwujud dengan kolaborasi bersama Myriad.town yang merupakan metaverse dari salah satu sosial media terbesar di NEAR Protocol, Myriad Social.

Untuk memperkenalkan kehadirannya, Nestercity telah menyiapkan konser musik dan pameran yang informasinya bisa diakses di twitter @nestercity_NFT atau situs nester.city.

"Ke depan karya metaverse arsitektural akan hadir menjadi bagian dari nilai keluarga, usaha, pendidikan, dan komunitas di seluruh dunia," ungkap Wazid Kautsar Bahri, CEO Nestercity mengenai visinya.

Baca juga: Benua Integrasi Global Gelar Soft Launching Video Game Bertema Metaverse Bridge In Gain

Arsitek Milly Shafiq menganggap ide NFT arsitektur memiliki potensi ekonomi yang bagus.

"Bisa jadi di masa depan ini akan useful jika kita bicara di ranah NFT dan metaverse. Namun ada tantangan tersendiri saat karya ini akan diaplikasikan ke dunia nyata,” kata dia.

Milly menjelaskan bahwa karya arsitektur yang bagus bukan hanya dinilai dari bentuknya saja, ada pula tantangan saat mengaplikasikan karya tersebut, "Kita harus memperhatikan kondisi tanah, struktur bangunan, mechanic and electricity, psikologi dan perilaku, sampai faktor ekonomi calon penggunanya,” papar dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com